Syarat Umrah Harus Disuntik Vaksin Covid-19 Tersertifikasi WHO, Vaksin Sinovac?

Jumat, 09 April 2021 – 11:32 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, REQnews - Salah satu syarat yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jemaah yang akan beribadah umrah adalah sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

"Kalau umrah itu syaratnya sudah divaksin. Ini sudah dibuka. Mulai Ramadan besok sudah mulai boleh umrah, tapi harus sudah divaksin," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan resmi Kemenag, Kamis, 8 April 2021.

Namun, vaksin Covid-19 tersebut harus yang sudah tersertifikasi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Ihwal kabar vaksin Sinovac belum mendapat sertifikasi WHO, Yaqut mengaku, belum membaca berita tersebut.

Meski demikian, ia menilai, belum sertifikasi bukan berarti tidak tersertifikasi. Menurut Yaqut, bisa jadi ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac bisa terregister oleh WHO.

Saat dikonfirmasi tentang adanya isu geopolitik dan perang dagang, Menag mengatakan bahwa itu bukan domain dan kewenangannya untuk menjelaskan.

Adapun tentang pelaksanaan haji, Yaqut mengaku terus menjalin korespondensi dengan pihak Saudi. Kemenag sedang mengupayakan agar bisa berkomunikasi langsung dengan pengganti Saleh Benten selaku Menteri Haji Arab Saudi.

"Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten direshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru," tutur Menag Yaqut soal ibadah haji dan umrah.