SBY Daftarkan Partai Demokrat Atas Nama Pribadi, Kubu Moeldoko: SBY Sakit

Jumat, 09 April 2021 – 22:32 WIB

Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)

Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Partai Demokrat didaftarkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen KI Kemenkumham) atas nama pribadi.

Jika kita lihat di situs resmi Ditjen KI https://www.dgip.go.id/ memang ada pengajuan permohonan merek Partai Demokrat atas nama Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA.

Permohonan tersebut didaftarkan pada 18 Maret 2021 dengan nomor pendaftaran IPT2021039318. Tertulis pula alamat SBY di Puri Cikeas Indah.

Adapun status permohonan SBY yakni dalam proses. 

Menanggapi hal tersebut Hencky Luntungan, salah satu tokoh dari kubu Moeldoko, mengatakan heran terhadap langkah SBY.

Menurut dirinya Partai Demokrat sebelumnya sudah didaftarkan atas nama partai.

"Soalnya tahun 2007 sudah didaftarkan kekayaan intelektual atas nama partai, sekarang dia mau ubah lagi atas nama diri sendiri," kata Hencky.

Dia bahkan tak segan menyatakan jika SBY memutarbalikkan sejarah pendirian Partai Demokrat.
"SBY itu mungkin sakit, dan suka memutarbalikkan sejarah pendirian Partai Demokrat, tentang atribut dll sudah didaftarkan pada tanggal 24 Oktober 2007 atas nama partai, bukan pribadi. Jadi apakah Pak SBY mau bikin PD perusahaan dia?" ucap Hencky.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko , Saiful Huda Ems.

"Entah karma apa yang sedang menimpa SBY sehingga semakin tua usianya tidak semakin tenang, cerdas dan bijak, namun malah semakin linglung dan membabi buta" kata Saiful.

Saiful juga menilai perilaku SBY makin tidak terarah dan menjadi bahan tawa banyak orang.

"Hingga perilakunya semakin tidak terarah dan menjadi tertawaan banyak orang, baik yang dahulu mendukungnya habis-habisan, maupun apalagi bagi mereka yang sejak awal tidak pernah menaruh simpati terhadapnya," katanya Jumat 9 April 2021.

Kubu Moeldoko itu juga menyatakan bahwa partai politik itu bukan barang dagangan, juga bukan kepemilikan pribadi, melainkan kepemilikan orang banyak, karena itulah partai politik merupakan salah satu pilar dari demokrasi, dan bukan pilar dari salah satu keluarga.

Apa itu partai politik?

Menurut Pasal 1 angka (1) Undang-undang nomor 2 tahun 2011:

Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mengenal Merek

Diatur dalam Undang-undang nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dijelaskan:

Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang
dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.