Gegara Karyoto, KPK Malu dan Minta Maaf ke Singapura

Sabtu, 10 April 2021 – 19:01 WIB

KPK

KPK

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar merasa bersalah atas ucapan Deputi Penindakan dan Eksekusi Karyoto, yang menuding Singapura sebagai negara surga bagi koruptor.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pun meminta maaf atas pernyataan Karyoto yang telah menimbulkan ketidaknyamanan dan protes keras dari pemerintah Singapura.

"Mohon maaf, saya kebetulan tidak terlalu menyimak pernyataan yang disampaikan Deputi Penindakan yang telah memunculkan respons dari pemerintah Singapura. Tapi yang pasti kalau ada pernyataan-pernyataan yang mengatasnamakan lembaga yang telah menimbulkan ketidaknyamanan, tentu kami memohon maaf," kata Nawawi, Sabtu 10 April 2021.

Nawawi menegaskan, hingga saat ini KPK dan CPIB atau lembaga anti korupsi Singapura, terus menjalin kerja sama yang berkesinambungan, terutama dalam pencegahan hingga penindakan.

Menurut Nawawi, CPIB sudah sering membantu KPK dalam sejumlah penanganan perkara. Begitu juga dalam hal MLA (bantuan hukum timbal balik), seperti dalam penanganan perkara Innospec, PT Garuda Indonesia, dan e-KTP.

"KPK sangat berterimakasih atas jalinan kerja sama dengan CPIB selama ini. Tentu kami sangat berharap jalinan kerja sama ini terus berlanjut dan kian meningkat dan komitmen untuk terus saling membantu dalam penanganan tindak pidana korupsi," ujar Nawawi.

Sebelumnya, Karyoto menyampaikan pernyataan yang melukai hati pemerintah Singapura. Ia berkata, negara tetangga itu tidak menandatangani perjanjian ekstradisi yang berkaitan dengan penanganan korupsi.

"Kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura, itu surganya koruptor yang paling dekat adalah Singapura," kata Karyoto, belum lama ini.

 

Pemerintah Singapura melalui Kementerian Luar Negeri tak terima disebut sebagai negara surga bagi para koruptor Indonesia.

Kementerian tersebut mengatakan, Singapura tak seperti tuduhan asal-asalan yang dilontarkan Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto.

"Tuduhan tersebut tidak mendasar. Singapura telah memberikan bantuan kepada Indonesia dalam beberapa investigasi sebelumnya dan yang sedang berlangsung," kata Jubir Kementerian Luar Negeri Singapura dalam keterangan resmi, Sabtu 10 April 2021.

Bantuan yang dimaksud, di antaranya adalah Biro Penyelidikan Praktik Korupsi atau Corrupt Practices Investigasi Bureaus (CPIB) yang pernah bekerja sama dengan KPK dalam menyampaikan panggilan, kepada orang-orang yang tengah masuk daftar pemeriksaan.

"Singapura juga telah membantu pihak berwenang Indonesia dengan memberikan konfirmasi tentang keberadaan warga negara Indonesia tertentu yang sedang dalam penyelidikan," ujar pernyataan tersebut.