Utusan PBB Geram, Serukan Embargo Senjata Militer untuk Myanmar

Sabtu, 10 April 2021 – 21:33 WIB

Warga sipil dianiaya militer Myanmar

Warga sipil dianiaya militer Myanmar

JAKARTA, REQnews - Utusan Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun begitu geram dengan aksi brutal junta militer yang semakin keji membunuh warga sipil dan demonstran anti kudeta.

Ia pun menyerukan agar seluruh negara memberlakukan zona larangan terbang dan embargo senjata agar militer Myanmar tak melanjutkan pembantaian.

"Tindakan kolektif dan kuat Anda dibutuhkan segera. Waktu begitu penting bagi kami, tolong ambil tindakan," kata Kyaw Moe dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip dari AFP, Sabtu 10 April 2021.

Selain itu, Kyaw Moe juga menyayangkan kurangnya dukungan internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB atas apa yang terjadi di Myanmar.

Sang duta besar yakin, keadaan akan semakin memburuk dan junta militer terus melanjutkan aksi pembunuhan terhadap warga sipil.

"Zona larangan terbang harus diumumkan untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut yang disebabkan serangan udara militer di wilayah sipil. Tidak diragukan lagi tindakan ini tidak dapat diterima oleh kita semua di dunia modern ini," ujarnya.

Selain embargo senjata, Kyaw Moe juga mendesak pembekuan rekening yang terkait dengan anggota militer dan keluarga mereka. Lalu, semua investasi asing ditangguhkan sampai pemerintahan kembali ke hasil proses demokratis.