IFBC Banner

Malang dan Sulawesi Utara Diguncang Gempa, PVMBG Nyatakan Tak Saling Berkaitan

Minggu, 11 April 2021 – 08:02 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

BANDUNG, REQnews - Selain terjadi di Malang, Jawa Timur, gempa bumi juga terjadi di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, gempa yang terjadi di dua daerah itu tak saling berkaitan.

IFBC Banner


Koordinator Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Supartoyo menjelaskan, kedua peristiwa itu berasal dari sumber gempa yang berbeda sehingga tak terkait ada kaitannya. "Masing-masing gempa kalau sumber jauh, tidak ada kaitan," ujar Supartoyo dalam keterangannya, Sabtu, 10 April 2021.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang Kabupaten Malang pada pukul 14.00 WIB. PVMNG menyebut sumber gempa berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa yang terjadi disebut juga gempa bumi 'intraslab'.

Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan wilayah Jawa Timur. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu bagian selatan Jawa Timur yang tersusun atas batuan berumur Tersier terdiri dari batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan vulkanik, serta batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter.

Tak lama kemudian, gempa bumi juga berkekuatan M 6,0 mengguncang Kabupaten Kepulauam Sangihe, Sulawesi Utara pada pukul 16.30 WIB.

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan yang tertutupi oleh batuan rombakan gunungapi muda, lembah dan dataran pada daerah pantai.

Batuannya merupakan endapan Kuarter yang terdiri - dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.