Merinding! Saat Jemput Panglima ABRI, Sembilan Prajurit Yonif Linud 501 Disergap Pemberontak

Senin, 12 April 2021 – 13:30 WIB

Ilustrasi TNI (Foto: Istimewa)

Ilustrasi TNI (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews– Dalam pendidikan TNI pasti ditanamkan rasa solidaritas. Tak terkecuali di dalam medan tempur.

Solidaritas tinggi yang ditanamkan tak membedakan tiga matra baik Indonesia, yakni TNI Angkatan darat, laut maupun Angkatan Udara.  Seperti yang dilakukan Pasukan Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Bajra Yudha (Yonif Linud 501/BY) Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostard) yang telah membuktikannya.

Saat mendapat perintah untuk menjemput dan mengawal Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Jenderal TNI Leonardus Benyamin, sembilan orang anggota Yonif Linud 501/BY disergap sejumlah pemberontak Fron Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin) dalam hutan belantara Timor-Timur,  9 Maret 1984.

Tak hanya menyergap, para milisi pemberontak menembaki para prajurit TNI itu. Dua orang anggota Yonif Linud 501/BY, Sersan Dua (Serda) Trilis dan Prajurit Satu (Pratu) Imam, tewas dalam pertempuran itu.

Demi menjalankan tugas, para anggota Yonif Linud 501/BY tetap melakukan perlawanan meskipun kalah jumlah. Bayangkan saja, ketujuh orang prajurit TNI itu harus berhadapan dengan ratusan milis Fretilin.

Ketujuh anggota Yonif Linud 501/BY bahkan sudah berada sangat terkepung, saat kelompok pemberontak tinggal hanya berjarak 10 meter.  Saat milisi Fretilin menyangka bakal mampu menghabisi nyawa ketujuh prajurit TNI itu, secara tiba-tiba muncul lah tembakan mortir dari helikopter milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut menewaskan sejumlah pemberontak.  

Sontak, para pemberontak separatis itu kocar-kacir melarikan diri ke dalam hutan.