Cina Pertimbangkan Mengoplos Vaksin Covid-19

Minggu, 11 April 2021 – 15:30 WIB

Foto: businessinsider.com

Foto: businessinsider.com

Chengdu, REQNews.com -- Cina mempertimbangkan mencampur vaksin Covid-19 untuk mendorong keefektifan dan kemanjuran yang rendah.

Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok, mengatakan vaksin produksi Cina tidak memiliki tingkat perlindungan yang tinggi.

"Sekarang kami secara formal sedang mempertimbangkan apakah harus menggunakan vaksin berbeda di jalur teknis yang berbeda untuk proses vaksinasi," kata Gao dalam konferensi pers di Chengdu, Sabtu 10 Apri.

Gao juga tidak menyebut vaksin yang akan dicampur. Sejauh ini Cina memproduksi empat vaksin; CoronaVac (Sinovac), Sinopharm Beijing, Sinopharm Wuhan, dan CanSinoBIO).

Para ahli mengatakan mencampur vaksin, atau imunisasi berturutan, dapat meningkatkan keefektifan. Percobaan di seluruh dunia sedang melihat apakah mencampur vaksin, atau memberi suntikan penguat setelah jangka waktu lebih lama.

Peneliti di Inggris sedang mempelajari kemungkinan kombinasi vaksin Pfizer/BioNTech dengan AstraZenece/Oxford University.

Gao tidak memberikan rincian perubahan strategi. Ia menyebutkan Barat menggunakan mRNA, teknik eksperimental untuk membuat vaksin. Cina menggunakan teknologi tradisional.

"Setiap orang harus mempertimbangkan manfaat vaksin mRNA bagi umat manusia," kata Gao. "Kita harus mengikutinya dengan hati-hati, dan tidak mengabaikan hanya karena telah memiliki beberapa jenis vaksin."

Gao sebelumnya mengajukan pertanyaan tentang keamanan vaksin mRNA. Seperti dikutip kantor berita Xinhua, Desember lalu Gao mengatakan tidak dapat mengesampingkan efek negatif mRNA karena digunakan kali pertama pada orang sehat.

Media pemerintah dan blog kesehatan dan sains populer juga mempertanyakan keamanan dan efektivias vaksin Pfizer yang menggunakan teknologi mRNA.

Pada 2 April, sekitar 34 juta orang menerima dua dosis vaksin buatan Cina, sekitar 65 juta lainnya menerima satu.