Takut Mati Bertempur Jarak Dekat, Tentera Myanmar Hujani Penduduk dengan Artileri

Rabu, 21 April 2021 – 20:17 WIB

Foto: Myanmar Now

Foto: Myanmar Now

Yinmabin, REQNews.com -- Lima tewas dan lima lainnya terluka setelah perlawanan penduduk Kotapraja Yinmabin Wilayah Sagaing dengan senjata berburu, sepanjang Selasa 20 April, direspon tembakan artileri.

Lima korban tewas adalah Bo San, Aung San Oo, Aung Naing, Zaw Myo Aung, dan Kyaw Myo Tun. Mereka berasal dari Desa Kone, Kapaing, Theekone, dan Kyobin.

Pekerja bantuan membantah rumor korban tewas 10 orang. "Tidak benar adan 10 kematian. Kami menghubungi para pemimpin, dan mereka membenarkan hanya ada lima korban tewas," kata seorang pekerja bantuan di Yinmabin kepada Myanmar Now.

Pertempuran dengan penduduk terjadi ketika 200 Tatmadaw, julukan untuk tentara Myanmar, menempatkan diri di jalan menuju Pagoda Alaungdaw Kathapa, dekat Desa Kapaing.

Tentara tak berani mendekat, atau masuk ke jarak tembak senapan berburu. Penduduk menunggu, karena mereka kalah persenjataan.

Angkatan Udara Myanmar melepas drone, untuk memetakan lokasi pertahanan penduduk dan mengirim koordinat penembakan ke pasukan artileri. Tak lama kemudian, artileri berat berjatuhan, warga meningglkan pos pertahanan dan kocar-kacir.

Setelah peluru artileri menghujam pos perlawanan, tentara Myanmar bergerak. Akibatnya, petugas bantuan tidak bisa mengambil semua jenazah korban.

Hanya jenazah Bo San yang bisa dibawa ke desa. Pria itu menderita banyak luka di sekujur tubuh.

Sejak akses Internet diputus, wartawan kesulitan mencari kebenaran kabarn korban tewas dan pertempuran. Myanmar Now harus menunggu beberapa jam sebelum mendapat kabar pertempuran dan penembakan.

Pekerja bantuan mengatakan sekitar 100 ribu penduduk 17 desa Wilayah Sagaing meninggalkan rumah-rumah mereka,dan masuk kehutan.