Polisi Amankan 36 Jakmania dan 10 Bobotoh Pasca Final Piala Menpora

Senin, 26 April 2021 – 22:30 WIB

Aksi suporter Persija Jakarta atau Jakmania saat menjadi juara di ajang Piala Menpora setelah mengalahkan Persib Bandung

Aksi suporter Persija Jakarta atau Jakmania saat menjadi juara di ajang Piala Menpora setelah mengalahkan Persib Bandung

JAKARTA, REQnews - Kemenangan Persija Jakarta di laga final Piala Menpora, disambut euforia berlebihan oleh para pendukungnya yang dikenal dengan Jakmania. Sementara kekalahan Persib Bandung atas rival beratnya Macan Kemayoran, membuat suporter Maung Bandung berbuat anarkis.

Di Jakarta, sebanyak 63 orang pendukung Persija yang berkumpul di Bundaran HI, Jakarta Pusat, diamankan polisi. Bahkan salah satunya kedapatan membawa ganja. Sedangkan di Bandung, petugas mengamankan 10 orang diduga oknum bobotoh (suporter Persib) yang menyerbu markas Persib. Aksi perusuh itu dipicu kekalahan Persib Bandung di Piala Menpora.

"Ada juga yang kedapatan membawa ganja, salah satu di antara mereka," kata Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto, kepada wartawan, Senin, 26 April 2021. Marsudianto mengatakan pihaknya menemukan barang bukti satu linting ganja dari pelaku. Dia menyebut barang bukti itu sempat akan dibuang saat petugas hendak menghentikan para pendukung Jakmania tersebut.

"Pas mau dihentikan dia buang itu (ganja)," ungkap Marsudianto. Selain pelanggaran protokol kesehatan karena berkerumun, suporter Persija di kawasan Bundaran HI semalam pun ditindak atas pelanggaran knalpot bising. Para suporter Persija itu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Lebih lanjut Marsudianto menambahkan 63 pendukung Persija yang diamankan itu masih berstatus sebagai saksi. Polisi kini masih menyelidiki pihak-pihak yang diduga mengajak suporter Persija untuk berkumpul dan berkerumun di Bundaran HI semalam.

"Itu yang masih kami lakukan penyelidikan apakah memang ada pihak yang sengaja mengajak suporter Jakmania untuk bergabung berkumpul di Bundaran HI. Tentunya yang pasti karena adanya kumpul-kumpul semacam ini sudah melanggar PPKM yang mana sekarang ini masih berlaku dan itu pasti akan menimbulkan cluster-cluster baru lagi," ungkap Marsudianto.

Sebelumnya Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan para suporter Persija itu datang dari beberapa tempat, tidak hanya dari Jakarta Pusat. Beberapa di antaranya diamankan oleh aparat kepolisian. "Ada yang dibawa, diamankan ke Polda Metro Jaya. Ada 63 orang yang sudah diamankan," kata Hengki.

Hengki merasa prihatin atas kejadian tersebut. Sebab, para suporter berkumpul di tengah masa pandemi Corona yang belum berakhir. Tidak hanya masalah jaga jarak, beberapa di antaranya juga tidak menggunakan masker. "Ini memprihatinkan, karena kumpul-kumpul tanpa masker. Jadi semalam itu tiga pilar sudah membubarkan. Jumlahnya ribuan," katanya.

Sementara itu Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin mengatakan, polisi sempat mengamankan sejumlah orang diduga oknum bobotoh (suporter Persib) yang menyerbu markas Persib. "Ada sepuluh orang dan motor tujuh unit," ujar Asep.

Meski belum diketahui apakah mereka terlibat pelemparan ke markas PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) di Jalan Sulanjana, namun sepuluh orang itu diindikasikan sebagai oknum bobotoh. Sebab mereka melakukan iring-iringan sambil berteriak soal Persib. "Mereka berkonvoi, diduga suporter karena teriak-teriak Persib," kata dia.

Meski diamankan, polisi hanya memberi pembinaan. Mereka dipulangkan langsung usai didata sementara motornya ditahan. "Tadi subuh sudah dikeluarkan, tapi motornya kita tahan," ujarnya.

Aksi oknum bobotoh menyerbu markas Persib terekam video dan viral di media sosial (medsos). Terlihat iring-iringan sepeda motor di Jalan Sulanjana, Minggu malam, 25 April 2021. Aksi tersebut diduga pelampiasan kekecewaan lantaran Persib kalah dari Persija di partai final Piala Menpora.