Nani Aprilliani, Pengirim Sate Beracun yang Salah Sasaran Mengaku Sakit Hati dengan Aiptu Tomy

Senin, 03 Mei 2021 – 12:36 WIB

Nani Aprilia (Foto: Istimewa)

Nani Aprilia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pelaku pengirim sate beracun yang mengakibatkan tewasnya bocah Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Minggu 25 April 2021 akhirnya terungkap.

Satreskrim Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil meringkus seorang wanita bernama Nani Aprilliani Nurjaman (25) yang merupakan warga Jawa Barat yang tinggal di Bantul. 

Nani adalah warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

Menurut Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya, setelah dilakukan penyelidikan selama 4 hari, polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pengiriman sate.

"Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat 30 April 2021," kata Burkan di Mapolres Bantul Senin 3 Mei 2021. 

Pelaku mengaku sakit hati kepada Tomy yang tak lain adalah seorang polisi, pria yang seharusnya menerima sate itu. Sebelumnya, Bandiman menerima orderan secara ofline dari seorang wanita di jalan Gayam, Kota Yogyakarta pada hari Minggu 25 April 2021. Bandiman dan wanita misterius itupun bertransaksi terkait tarif jasanya mengantarkan makanan. Saat itu, disepakati tarif Rp 25.000 namun perempuan itu membayar ongkos Rp 30.000.

Saat itu, dirinya menerima pesan jika makanan itu dari Pak Hamid di Pakualaman untuk paket takjil.

Menggunakan sepeda motornya, Bandiman pun berangkat ke alamat yang dituju.

"Sampai sana sepi dan saya telepon Pak Tomi. Saya bilang dari Gojek, ini ada paket takjil dari Pak Hamid di Pakualaman. Nah, Pak Tomi bilang saya tidak merasa punya teman yang namanya Hamid (asal) Pakualaman Apalagi sahabat apa saudara tidak punya, lalu saya telepon ibunya (istri Tomi) dan ternyata juga tidak kenal,"kata Bandiman. Setelah sampai di rumah sate dimakan oleh keluarganya. Naba dan istrinya mengalami mual dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta. Naba tidak bisa tertolong sesaat sesudah ditangani secara medis.