Puluhan Hakim Lakukan Pelanggaran, 2 Disanksi Berat

Senin, 03 Mei 2021 – 19:03 WIB

Ilustrasi Hakim (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Hakim (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Ternyata kasus hakim nakal di periode 2019-2021 masih tinggi. Dalam catatan Komisi Yudisial (KY) pada 2019 pihaknya mencatat sekira 1.300 laporan, pada 2020 turun menjadi 474 laporan, dan 2021 ada 490 laporan.

"Antara 2019 dimasa sebelum pandemi dengan tahun 2020 dan 2021, memang angkanya berbeda signifikan," kata Anggota KY Sukma Violetta dalam zoom meeting, Senin 3 Mei 2021.

Dari total laporan yang masuk itu, sebanyak 445 laporan telah diteruskan pada 2019, sekira 216 pada 2020, dan 94 laporan pada 2021. Dari 94 laporan masyarakat pada 2021 yang dibahas di sidang pleno, 27 laporan terbukti ada dugaan pelanggaran dan 67 laporan lainnya dinyatakan tidak terbukti.

"Dalam sidang pleno, KY mengusulkan penjatuhan sanksi terhadap 48 hakim. Sekira 36 hakim dijatuhi sanksi ringan, 10 hakim sanksi sedang, dan 2 sanksi berat. Usulan sanksi ini sudah disampaikan kepada pihak MA," sambung Sukma lagi.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh hakim dalam persidangan, antara lain diakibatkan oleh sikap tidak pantas.

"Pola pelanggan apa saja? Antara lain hakim yang bertemu dengan pihak yang bersengketa, hakim yang dalam penanganan pertama memperlihatkan tindakan tidak adil dan asusila," jelasnya.

Adapun dari dua orang hakim yang telah dijatuhi sanksi berat, tidak boleh memimpin persidangan selama hampir dua tahun lamanya secara berturut-turut.