OPM Ancam Bakal Kampanye Sasar Orang Jawa, Ini Kata Brigjen Rusdi

Senin, 03 Mei 2021 – 18:45 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengancam akan melakukan kampanye yang menyasar anggota militer dan orang-orang Jawa di Papua. Itu dilakukan jika Pasukan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional tidak melakukan tindakan. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan saat ini TNI-Polri tengah mengupayakan melakukan pengamanan di wilayah Papua. 

"Kalau ada upaya-upaya tersebut, tentunya TNI dan Polri akan berushaa keras. Sekali lagi bagaimana menciptakan tanah Papua yang aman dan damai," ujar Rusdi di Gedung Humas Polri, Jakarta pada Senin 3 Mei 2021.

Rusdi pun menegaskan bahwa negara tak boleh kalah dengan kelompok-kelompok tersebut. Tetapi, ia tak menjelaskan apakah pihaknya telah menerima pernyataan resmi tersebut. "Kan baru isu-isu saja," kata dia. 

Kini Polri tengah melakukan antisipasi untuk menciptakan tanah Papua yang damai. "Yang penting sudah kita antisipasi semua, TNI-Polri dan juga dibantu dengan instansi yang lainnya. Masyarakat juga di sana berupaya menciptakan Papua yang damai, Papua yang aman," ujarnya. 

Namun, Rusdi mengatakan hingga kini Tim Datasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri belum dilibatkan dalam penanganan masalah tersebut. "Nanti, masih dikaji oleh staff operasi polri, mengkaji ini semua. Yang jelas TNI-Polri telah ada di Papua," kata dia. 

Sebelumnya, TPNPB-OPM meminta intervensi militer dari Pasukan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka juga mencari dukungan moril dan materiil dari Uni Eropa, Afrika-Karibia-Negara-negara Pasifik dan anggota PBB lainnya. 

Melalui keterangannya, OPM mengancam akan melakukan kampanye yang menyasar anggota militer dan orang-orang Jawa di Papua. Itu dilakukan terkait pelabelan teroris kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dilakukan pemerintah.

"Jika Indonesia melanjutkan teror dan genosida terhadap penduduk sipil Papua Barat (seperti yang telah terjadi hampir 60 tahun) dan komunitas internasional tidak ikut campur, TPNPB-OPM akan mengumumkan kampanye untuk memusnahkan tidak hanya anggota militer ilegal yang menduduki Papua, tetapi juga orang Jawa ilegal dan pemukim lainnya yang mencuri tanah adat dan sumber daya orang Papua Barat," ujar Amatus Akouboo Douw, Dewan Diplomatik TPNPB-OPM yang berbasis di Australia dalam keterangannya yang diteruskan oleh Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom, Minggu 2 Mei 2021.

Menurut OPM, kata Sebby, selama ini justru TNI/Polri yang melakukan teror, intimidasi, dan genosida di Papua selama 59 tahun. Jika pemerintah benar-benar membuat Perpres atau Undang-undang terkait label teroris bagi OPM, maka mereka akan melapor ke PBB dan mendeklarasikan kampanye global bahwa Indonesia adalah negara teroris.