Perempuan Cantik Pengirim Takjil Beracun yang Tewaskan Anak Ojol Motifnya Bucin

Senin, 03 Mei 2021 – 22:32 WIB

Nani Aprilliani, tersangka pengirim takjil beracun

Nani Aprilliani, tersangka pengirim takjil beracun

BANTUL, REQnews - Motif asmara menjadi salah satu alasan Nani Aprilliani (NA), pengirim takjil beracun yang kemudian salah sasaran karena ditolak penerimanya.

"Setelah diperiksa akhirnya dia mengakui perbuatannya. Awalnya ingin memberi pelajaran pada Tomi, anggota polisi yang dicintainya meskipun sudah beristri," kata Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadu kepada wartawan di Mapolres Bantul, Senin 3 Mei 2021.

Dijelaskannya, setelah melakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan para saksi, pihaknya berhasil mengerucutkan kepada perempuan inisial NA (25) salah satu karyawan salon kecantikan. Perempuan ini berhasil ditangkap di Kelurahan Srimulyo, Piyungan.

Menurut Ngadu, kasus pengiriman takjil maut berawal saat Nani Aprilliani kesal dengan Tomi. Kemudian dia curhat pada salah satu rekan yang Sebenarnya mencintainya. Saran laki-laki yang juga mencintai Na adalah dengan memberikan racun agar korban muntah mencret saja.

"Saran itu diamini oleh na dengan menaruh KCN di bumbu sate yang dikirimkan, harapannya menjadi pembelajaran untuk Tomi," katanya.

Namun sayang, rencana mengirimkan lewat ojol tanpa aplikasi justru salah sasaran. Keluarga Tomi tidak mau menerima dengan alasan tidak kenal sehingga dibawa tukang Ojol Bandiman ke rumah untuk disantap bersama keluarga hingga berujung meninggalnya Naba Faiz Prasetyo.

"Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun," pungkasnya.

Seperti diketahui, Naba Faiz Prasetya, seorang bocah berusia 9 tahun, di Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, meninggal dunia setelah memakan takjil sate beracun.

Hasil uji laboratorium menunjukkan sate itu mengandung racun jenis C. Dalam perkembangan kasus ini, anggota Polresta Yogyakarta berinisial T disebut-sebut terkait.

Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasara Raharja mengaku pihak Polresta Yogyakarta juga telah mengetahui kabar yang beredar tersebut.

"Iya itu anggota kami, tapi apakah masih bertugas di Polresta atau sudah pindah, kami belum cek," kata AKP Timbul Sasara Raharja, Sabtu lalu, 1 Mei 2021.

Timbul menjelaskan, untuk kasus ini, pihaknya segera berkoordinasi dengan satuan kerja yang bersangkutan. Koordinasi itu untuk memastikan apakah T masih di Polresta Yogyakarta atau tidak, termasuk akan menanyakan kepada Propam mengenai informasi tersebut.

"Propam hingga sekarang belum ada informasi, soal itu," ujarnya. Kejadian naas ini berawal saat perempuan di daerah Gayam Yogyakarta meminta pengemudi ojek online (ojol) bernama Bandiman, warga Sewon, Bantul, mengirimkan paket sate tanpa melalui aplikasi atau secara offline ke rumah warga berinisial T, warga Kasihan, Bantul, pada Minggu, 25 April 2021.

Perempuan itu memberikan uang Rp30.000 dan nomor telepon T. Dia lalu berpesan agar menyampaikan paket itu dikirim oleh Pak Hamid dari Pakualaman.