Ditanya Hakim Soal Dasar Negara dan Teroris, Rizieq Shihab : FPI Tak Punya Masalah dengan Pancasila

Senin, 03 Mei 2021 – 20:01 WIB

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews -  Rizieq Shihab kembali menjalani sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin 3 Mei 2021. 

Hakim ketua Suparman Nyompa mempertanyakan visi-misi dan dasar dari organisasi Front Pembela Islam (FPI). Habib Rizieq mengungkapkan organisasinya tidak memiliki masalah dengan Pancasila.

Hakim menyebut dalam perkara kasus teroris, disebut tujuan teroris adalah mengganti dasar negara. Hakim lantas mempertanyakan tujuan FPI.

"Kemudian mengenai visi-misi ada diuraikan berdasarkan Pancasila? Di sini kita juga menghadiri perkara teroris, mengetahui cerita di persidangan memang dia ini tujuannya mengganti dasar negara terus terang bilang di persidangan seperti itu. Kalau di FPI apakah ada seperti itu? Dasar negara ini sebenarnya tidak cocok ada nggak di situ disampaikan?" kata Hakim.

Rizieq mengatakan FPI tidak memiliki masalah dengan Pancasila. Dia juga mengaku pihaknya tidak setuju bila Pancasila diganti.

"Jadi kami di FPI tidak pernah punya masalah dengan Pancasila, bahkan kami tidak setuju kalau Pancasila diganti, kenapa kami tak setuju karena Pancasila peninggalan ulama," ujar Rizieq. 

Rizieq juga mengaku tidak sependapat dengan kelompok terduga teroris yang menolak Pancasila.  Menurutnya FPI menganggap Pancasila sebagai dasar negara.

"Jadi sekali lagi bagi kami FPI Pancasila itu adalah dasar bukan lagi pilar, tapi dasar. Jadi kami tidak pernah punya masalah dengan Pancasila, maka dengan kelompok-kelompok yang tadi Pak Majelis Hakim sebutkan ada kelompok yang terduga teroris menolak Pancasila dan sebagainya kami tidak sependapat dengan mereka," ujar Rizieq.

Hakim lantas kembali mempertanyakan, apakah Rizieq mengenal Abu Bakar Al Baghdadi, yang merupakan pemimpin ISIS. Rizieq mengaku tidak mengenal dan hanya tahu dari media.

"Jadi intinya organisasi FPI yang dibentuk tetap berdasarkan Pancasila, kemudian kalau Abu Bakar Al Baghdadi kenal? yang tokoh ISIS?" kata hakim.

"Saya tidak kenal, saya tahunya dari media," jawab Rizieq.

 
Pemimpin FPI itu menilai Indonesia telah menerapkan syariat Islam. Syariat Islam ini berkaitan dengan perorangan,  hukum sosial kemasyarakatan,hukum rumah tangga, dan hukum berkaitan pidana.

Rizieq menyebut FPI memiliki tujuan mendorong syariat Islam diformalkan di lembaga hukum. Hal ini dilakukan lewat prosedur konstitusional.

"Jadi gerakan kami di FPI ini mendorong bagaimana syariat Islam itu bisa diformalisasikan di lembaga sebagai hukum positif lewat prosedur konstitusional," ujar Rizieq.