Berkas Perkara Kasus Asabri Dilimpahkan ke JPU, Kuasa Hukum Heru Hidayat Bakal Siapkan Ini

Selasa, 04 Mei 2021 – 01:03 WIB

PT Asabri Persero (Foto: Istimewa)

PT Asabri Persero (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tim kuasa hukum Heru Hidayat tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri, Kresna Hutauruk meyakini bahwa kliennya tak bersalah. Ia pun akan menyiapkan bukti kuat jika kasus tersebut berlanjut ke persidangan. 

Sebelumnya, penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas perkara tahap pertama sembilan tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi hal itu kuasa hukum Heru Hidayat, Kresna mengatakan akan menunggu proses yang sedang berjalan. "Terlepas kami meyakini klien kami tidak bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang dituduhkan," ujar Kresna kepada REQnews.com Senin 3 Mei 2021.

Namun, apabila kasus tersebut berlanjut hingga ke persidangan Kresna mengaku siap menghadapinya dengan bukti-bukti yang kuat. "Kami akan siap menghadapi dan akan membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah, tentunya dengan bukti-bukti dan bukan opini," kata dia. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan setelah dilimpahkan Jaksa Peneliti (Jaksa P.16) akan meneliti kelengkapan 9 berkas perkara tersebut.

"Penelitian berkas perkara tahap pertama difokuskan pada kelengkapan syarat formal dan kelengkapan syarat materiil," ujar Leonard dalam keterangan tertulisnya, Minggu 2 Mei 2021.

Leonard menyebut bahwa penelitian kelengkapan syarat formal maupun kelengkapan syarat materiil dilakukan dalam jangka waktu 14 hari. Jika dalam kurun waktu tersebut berkas dinyatakan belum lengkap, maka akan dikembalikan untuk dilengkapi.

"Berkas perkara tahap pertama dilimpahkan Jumat (30/4) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus," ujarnya.

Berkas perkara atas nama sembilan orang tersangka tersebut yaitu:

- ARD selaku Dirut PT Asabri periode tahun 2011 hingga Maret 2016

- SW selaku Direktur Utama PT. Asabri periode Maret 2016 hingga Juli 2020

- BE selaku Mantan Direktur Keuangan PT. Asabri periode Oktober 2008 hingga Juni 2014

- HS selaku Direktur PT. Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019

- IWS selaku Kadiv Investasi PT. Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017

- LP selaku Direktur Utama PT. Prima Jaringan

- BTS selaku Direktur PT. Hanson Internasional

- HH selaku Direktur PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra

- JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation.

Pasal yang disangkakan yaitu Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Namun, penyerahan berkas perkara tahap pertama yang diserahkan saat ini, belum mencapai nilai kerugian negara yang diakibatkan oleh dugaan tindak pidana korupsi di PT Asabri yang mencapai Rp23,73 triliun.