Petinju Felix Verdejo Didakwa Kasus Penculikan dan Pembunuhan Seorang Wanita

Selasa, 04 Mei 2021 – 19:03 WIB

Petinju Felix Verdejo (Foto:Istimewa)

Petinju Felix Verdejo (Foto:Istimewa)

AMERIKA SERIKAT, REQNews - Petinju Felix Verdejo, yang mewakili Puerto Rico di Olimpiade 2012 lalu, dilaporkan telah didakwa di pengadilan federal AS dengan kasus penculikan dan pembunuhan seorang wanita tengah mengandung anaknya.

Dikutip dari nypost.com, Minggu, 2 Mei 2021, Félix Verdejo menyerahkan diri ke otoritas federal di Puerto Rico pada hari Minggu atas kematian pacarnya.

Verdejo ditahan di Puerto Rico pada hari Minggu atas pembunuhan Keishla Rodriguez Ortiz yang berusia 27 tahun.

Dia didakwa dengan penculikan dan pembajakan mobil yang mengakibatkan kematian dan dengan sengaja membunuh seorang anak yang belum lahir. Kantor Kejaksaan AS di Puerto Rico mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Atas hal itu, Verdejo bisa saja menghadapi hukuman mati jika terbukti salah. Pengacara Verdejo pun tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Salah seorang agen FBI menulis dalam pernyataan tertulis pengadilan federal bahwa Rodriguez dibunuh pada Kamis usai temui Verdejo untuk meminta bantuannya guna akhiri kehamilannya.

Verdejo meninju wajah Rodríguez dan menyuntiknya dengan zat sebelum melemparkan tubuhnya ke Jembatan Teodoro Moscoso San Juan dan ke San Jose Lagoon, tulis agen itu.

Pihak berwenang pun mengeluarkan surat perintah penangkapan Verdejo setelah Rodriguez dilaporkan hilang dan penyidik wawancarai seorang saksi dan meninjau rekaman kamera pengintai dan catatan ponsel.

Pada Minggu, ratusan orang pun berkumpul di Jembaran Teodoro Moscoso dekat tempat mayat Rodriguez diyakini dibuang ke laguna.

Mereka pun harus menyerukan keadilan bagi Rodriguez dan lebih banyak lagi yang harus dilakukan untuk mengatasi lonjakan kekerasan gender di wilayah pulau AS.

Melihat hal itu, Gubernur Puerto Rico, Pedro Pierluisi pun memberikan komentarnya.

"Rasa sakit, amarah dan kemarahan yang kita rasakan setiap kali kita menyaksikan kejahatan kekerasan gender harus tetap hidup dalam diri kita sehingga kita tidak beristirahat dalam tanggung jawab kita untuk melindungi, mencegah dan menghapus kejahatan ini," katanya.