Kasus Tewasnya Laskar FPI, Polri Segera Lengkapi Berkas Perkara

Selasa, 04 Mei 2021 – 15:20 WIB

Enam Laskar FPI yang tewas di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Foto: Istimewa)

Enam Laskar FPI yang tewas di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Berkas perkara kasus dugaan unlawful killing laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek dinyatakan masih belum lengkapoleh Kejaksaan Agung RI.

Terkait itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut bahwa Polri saat ini masih melengkapi berkas perkara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Polri melengkapi kembali kekurangan sesuai petunjuk dari jaksa," ujar Rusdi kepada wartawan, Selasa 4 Mei 2021. Tetapi, Rusdi tak merinci apa saja perbaikan yang diminta JPU.

Sebelumnya, Kejaksaan menyatakan bahwa berkas perkara penembakan empat anggota FPI masih dinyatakan belum lengkap dan dikembalikan ke Bareskrim Polri.

"Berkas perkara dugaan tindak pidana pembunuhan atas nama tersangka FR dan tersangka MYO yang disangka melanggar Pasal 338 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dari Bareskrim Polri dinyatakan belum lengkap," ujar Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer dalam keterangannya, Jumat 30 April 2021.

 

Berkas yang terdaftar dengan Nomor:B/59/IV/2021/Dittipidum tanggal 23 April 2021 itu, diterima oleh Kejagung pada 27 April 2021.

"Berkas perkara dinilai belum lengkap baik secara formil maupun materiil yang petunjuk Jaksa Peneliti akan dituangkan dalam P-19 dalam kurun waktu 7 hari kedepan," kata dia.

Seperti diketahui, 6 laskar FPI tewas ditembak oleh polisi di KM 50 ruas tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020. Saat itu mereka tengah melakukan pengawalan terhadap pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

Polisi yang saat itu melakukan pengintaian terhadap rombongan Rizieq Shihab dihalangi oleh pihak FPI. Hasil investigasi Komnas HAM menyatakan, dua anggota FPI tewas saat tiba di rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Sementara, empat anggota lainya tewas saat sudah dibawa dan berada di mobil petugas. Komnas HAM menyatakan ada indikasi unlawfull killing atau pembunuhan yang terjadi di luar hukum terhadap empat orang tersebut.

Terkait dengan penyerangan anggota polri, kemudian enam anggota FPI yang tewas di kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, ditetapkan sebagai terlapor.