Dikabarkan Bakal 'Didepak' dari KPK, Novel Baswedan: Upaya Lama yang Terus Dilakukan

Rabu, 05 Mei 2021 – 00:12 WIB

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

JAKARTA, REQnews - Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Mereka terancam gagal alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dari jumlah pegawai yang yang kabarnya tak lolos itu, salah satunya adalah Penyidik KPK, Novel Baswedan. Dirinya mengaku, sudah mendengar akan 'disingkirkan' lewat asesmen tes tersebut. "Iya benar, saya dengar informasi tersebut," kata Novel saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 4 Mei 2021.

Menurutnya, upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Namun, Novel mengaku tidak menyangka saat ini upaya itu justru dilakukan pimpinan KPK melalui tes ASN.

"Upaya untuk menyingkirkan orang-orang baik dan berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan. Bila informasi tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh pimpinan KPK sendiri," jelasnya.

Selain Novel, nama lainnya yang disebut tidak lolos tes wawasan kebangsaan yakni Yudi Purnomo yang dikenal sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK, serta sejumlah Kasatgas penyelidik dan penyidik dari unsur internal lainnya.

Sementara itu, KPK mengaku sudah menerima hasil tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai ke ASN dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Meski begitu, KPK belum mengumumkan nama-nama pegawainya yang lolos jadi ASN secara resmi.

Ketua KPK Firli Bahuri, berkilah belum tahu siapa saja yang lolos tes kebangsaan dari BKN RI tersebut. Pasalnya, hasil tes masih ada pada Sekjen KPK. Dia juga tidak mengetahui jika kabar pemecatan Novel Baswedan dari lembaga antirasuah itu.

"Silakan ke Sekjen untuk hal tersebut karena sampai saat ini pimpinan belum membuka hasil tes wawasan kebangsaan. Hasil tes wawasan kebangsaan diterima Sekjen dari BKN tanggal 27 April 2021 dan sampai sekarang belum dibuka," ujar Firli.