Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka di Aksi Hari Buruh, Ini Pasal yang Diterapkan

Selasa, 04 Mei 2021 – 22:43 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Hastina/REQnews)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Polisi menetapkan sembilan orang yang terdiri dari mahasiswa dan anggota Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) sebagai tersangka dalam aksi Hari Buruh. Namun, pihak kepolisian tak melakukan penahanan dan mereka dibebaskan di hari yang sama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa mereka dijerat pasal Undang-Undang Nomor 4 tentang Wabah Penyakit.

"Kami tetapkan tersangka kesembilan orang. Tidak ditahan, ancamannya 4 bulan, Pasal 216, 218. Kemudian di Undang-Undang wabah penyakit Nomor 4, tidak dilakukan penahanan, tapi prosesnya berjalan," kata Yusri pada Selasa 4 Mei 2021.

Sebelumnya pada aksi Hari Buruh, pihak kepolisian membubarkan massa yang berada di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Yusri mengatakan saat pembubaran demonstran, terlebih dahulu dilakukan imbauan sebanyak tiga kali untuk segera menyelesaikan penyampaian pendapat. Yaitu dilakukan sejak pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB dan sudah melebihi batas waktu unjuk rasa.

"Sejak pagi sudah demo, pukul 16.30 itu diingatkan lagi untuk sebaiknya cukup. Kami sampaikan ke korlapnya yang kedua, sampai pukul 17:30, Kami sampaikan yang terakhir untuk segera membubarkan," kata dia.

Ia mengatakan tak ada pelarangan dalam aksi penyampaian pendapat di masa pandemi Covid-19, karena sudah tertuang pada Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998.

Tetapi, menurutnya massa aksi harus memperhatikan waktu penyampaian pendapat mengingat ada hak sehat orang lain yang juga harus dikedepankan.

"Covid-19 ini sudah semakin tinggi, ini yang harus disadari. Menyampaikan (pendapat) boleh saja, tapi juga ada hak dan kewajiban untuk sehat di masa pandemi. Harus seimbang hak kumpul dan sehat," ujarnya.