80 Personel Angkatan Udara Myanmar Membelot, Bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil

Selasa, 04 Mei 2021 – 23:43 WIB

Foto: Myanmar Now

Foto: Myanmar Now

Yangon, REQNews.com -- Sekitar 80 personel Angkatan Udara (MU) Myanmar membelot dan bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM).

Pembelotan, menurut seorang sersan dan kapten kepada Myanmar Now, terjadi sejak kudeta 1 Februari 2021. Komando pusat AU Myanmar juga telah mengumumkan para tentara yang membelot, dan bergabung dengan CDM, awal April lalu.

"Mereka telah mencetak nama setiap orang yang membelot dan memasang foto mereka di Komando AU Myanmar," kata sersan yang bertugas di wilayah Yangon dan sekarang bersembunyi.

Tentara dinyatakan membelot setelah tidak muncul dalam 21 hari. Sersan itu mengatakan memilih membelot karena tidak setuju militer terlibat politik.

"Terus terang, saya tidak suka sejak awal," katanya. "Saya sangat suka pekerjaan saya. Jadi, Anda seorang tentara, lakukan pekerjaan tentara."

Menurutnya, sangat tidak menyenangkan melihat tentara sok tahu segalanya, dan mengira dapat memperbaiki negara dengan menjadi bagian politik.

Pembelotan terbesar terjadi sebulan setelah kudeta. Saat itu tentara dari komando Au Tada-U, Namsam, Pathein, Mingaladon, dan Taungu, serta seorang kapten meningalkan posisinya untuk bergabung dengan CDM.

"Mereka yang lari tidak mengatakan bergabung dengan CDM," kata sersan yang menolak disebut namanya. "Ada sekitar 80 orang yang membelot."

Ada pula yang meninggalkan tuga sebelum kudeta. Alasannya, tidak tahan berada di barak. "Saya adalah lulusan Institut Teknik Negara. Di Angkatan Udara, saya dipaksa menyapu lantai dan mengumpulkan sampah," kata pembelot yang bertugas di Komando AU Mingaladon.

Ada juga pembelot dari Komando di Meiktila dan Magwe yang berpangkat rendah. Alasan pembelotan, ketidak-adilan di militer.