Patung Joseph Stalin Berdiri Lagi, dan Dibongkar Lagi

Rabu, 05 Mei 2021 – 00:32 WIB

Foto: Russia Today

Foto: Russia Today

Dagestanskiye Ogni, REQNews.com -- Uni Soviet telah lama bubar, tapi Partai Komunis Rusia belum mati dan masih berusaha bangkit.

Di Dagestanskiye Ogni, kota kecil berpenduduk 30 ribu jiwa di wilayah multietnis Dagestan, Partai Komunis Rusia mendirikan lagi patung Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet paling kontroversial, pada 29 April.

Sejak hari pertama patung didirikan, media sosial gaduh. Netizen mendesak patung segera dirobohkan. Empat hari kemudian patung dirobohkan lagi.

Patung berdiri di dekat halte bus di jalan pedesaan yang menyandang nama Stalin. Patung itu didirikan atas perintah Ruslan Lugoyov, pejabat lokal Partai Komunis Rusia.

Rencananya, patung diresmikan pada 8 Mei, sehari sebelum Rusia merayakan kemenangan atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II. Stalin saat itu panglima tertinggi Tentara Merah.

Bagi kebanyakan orang di wilayah Kaukasus; Dagestan, Ingeshetia, Chechnya, dan Balkar, adalah mimpi buruk. Usai Perang Dunia II, Stalin memerintahkan migrasi besar-besaran pribumi asli ke republik-republik Asia Tengah dan Baltik.

Tuduhan yang disematkan kepada pribumi Kaukasus adalah berpihak kepada Nazi Jerman. Stalin menuduh suku-suku itu melakukan sabotase selama perang.

Di era Pereestroika, migrasi paksa itu diakui sebagai kejahatan luar biasa. Pengakuan inilah yang membuat warga Dagestan berusaha memutus kaitan sejarah wilayahnya dengan Stalin.

Ruslan Kurbanov, peneliti Institute of Oriental Studies of the Russian Academy of Sciences, memposting klip pendek patung itu di kanal YouTube-nya, dengan judul 'Serangan terhadap sentimen negara yang dituntut.'

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang pemuda -- konon katanya penduduk setempat -- mengatakan peringatan untuk menghormati Stalin adalah menabur perselisihan di antara negara-negara bersaudara.

Pemuda itu juga mengatakan pejabat kota telah mempermalukan kami di depan dunia, dengan mengijinkan pendirian patung. Atas nama Dagestan pemuda itu meminta maaf atas pendirian patung itu.

Patung Stalin diturunkan dengan crane pada 3 Mei, atau empat hari setelah terpasang. Walikota Jalalutdin Alirzayev mengatakan kepada situs berita Kavkazsky Uzel bahwa komunis telah gagal mendapatkan ijin menggelar peringatan.

Komunis, masih menurut Alirzayev, seharus berkonsultasi dengan warga di sepanjang jalan itu sebelum mendirikan patung.

Ketua Partai Komunis Dagestan Makhmud Makhmudov mengakui rekan-rekannya bertindak terlalu cepat, dan tidak memiliki semua dokumen yang diperlukan. Namun, Stalin akan kembali ke halte bus itu setelah dokuman selesai.

Meksi sosoknya kontrovesial, Stalin semakin populer di Rusia. Tahun 2019, menurut jajak pendapat Levada Center, publik percaya Stalin memainkan peran positif dalam sejarah negara.