Baru Menikah 3 Bulan Suami Kaget Sang Istri Sudah Hamil 6 Bulan, Ternyata Diperkosa Ayah Tirinya

Rabu, 05 Mei 2021 – 12:31 WIB

Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Seorang suami di Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Sumsel melaporkan mertuanya berinisial KS ke polisi. Baru menikah selama 3 bulan, sang istri sudah hamil selama 6 bulan. Usut punya usut sang istri ternyata diperkosa ayah tirinya sendiri.  

Menurut Kapolres Muara Enim, AKBP Danny Sianipar melalui Kasatreskrim, AKP Widhi Andika Dharma, kasus pemerkosaan terhadap perempuan berinsial TM (16) ini terungkap setelah adanya laporan dari ibu dan suami korban.

"Berawal dari kecurigaan suami korban yang tau kalau istrinya tengah hamil 6 bulan. Padahal pernikahan mereka sendiri baru sekitar 3 bulan," ucapnya, Selasa 4 Mei 2021.

Dari pengakuan istrinya, dirinya telah diperkosa berulang kali oleh KS yang merupakan ayah tirinya. KS ditangkap polisi pada Senin 3 Mei 2021 saat melarikan diri ke daerah Kabupaten Lahat.

"Jadi pelaku ini mertuanya saksi yang merupakan suami korban," kata AKP Widhi. 

Dari hasil pemeriksaan, tindak perkosaan itu dilakukan pelaku berulang kali dalam periode Agustus 2020 sampai dengan April 2021," ujarnya. 

Menurutnya, dalam menjalankan aksi bejatnya itu pelaku mengancam korban dengan pisau dan juga mengaku akan membunuh ibu dan saudaranya jika keinginannya itu tidak dipenuhi.

"Korban diperkosa di rumah maupun di kebun karet saat ibu korban tidak ada," ucapnya. 

Pelaku KS mengaku dirinya nekat memerkosa anak tirinya itu karena khilaf sering melihat korban mengenakan pakaian yang seksi di rumah.

“Saya khilaf karena tergiur anak tiri saya memakai pakaian seksi dengan celana pendek baju ketat,” kata KS. 

Perbuatan KS pun telah dilakukan berkali-kali dengan modus berbeda-beda.

“Kalau di kebun sudah tiga kali, selebihnya di rumah. Saya kadang-kadang pura-pura ketinggalan korek api ataupun barang lainnya dengan istri saya hingga saya bisa pulang ke rumah dan istri saya lanjut ke kebun,”katanya. 

Atas perbuatannya pelaku terancam dijerat pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama maksimal 15 tahun penjara.