Jerman Bongkar Situs Web Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Internasional, Temuannya Mengerikan!

Rabu, 05 Mei 2021 – 13:02 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JERMAN, REQnews - Kejaksaan Jerman berhasil membongkar kejahatan cyber level internasional. Mereka berhasil membongkar platform online tempat berbagi foto dan video pelecehan seksual terhadap anak-anak di berbagai belahan dunia.

Yang mengejutkan, platform tersebut diikuti oleh banyak anggota, yakni mencapai lebih dari 400 ribu.

Situs web itu bernama "Boystown" dan diketahui muncul sejak Juni 2019. Dalam situs itu tersedia pula forum untuk para anggota dari seluruh dunia bertukar foto dan video yang menunjukkan anak-anak, termasuk balita dilecehkan secara seksual.

Tak hanya itu, situs itu juga menyediakan ruang obrolan dimana para anggotanya bisa saling terhubung dalam beragam bahasa.

Dalam sebuah rilis pernyataan, jaksa federal Jerman menyebutnya sebagai "salah satu situs pornografi anak terbesar yang beroperasi dalam jaringan gelap".

Dalam pernyataan itu juga disampaikan tentang penangkapan tiga pria Jerman yang dilakukan pada pertengahan April. Ketiga pria inilah yang mengelola situs tersebut dan ada pria keempat yang bertugas mengunggah ribuan foto.

"Keberhasilan penyelidikan ini memiliki pesan jelas: Mereka yang memangsa orang paling lemah tidak aman di mana pun," tegas Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, dikutip dari The New York Times, Rabu, 5 Mei 2021.

"Kami meminta pertanggungjawaban pelaku dan melakukan apapun yang memungkinkan dengan rasa kemanusiaan untuk melindungi anak-anak dari kejahatan menjijikkan seperti itu," lanjutnya.

Lebih lanjut, jaksa menjelaskan, tersangka pengelola situs "Boystown" berusia 40 dan 49 tahun. Mereka ditangkap setelah digerebek di rumahnya di Paderborn dan Munich. Tersangka ketiga, 58 tahun, tinggal di wilayah Concepcion, Paraguay, di mana dia telah ditangkap dan kini sedang menunggu ekstradisi.

Para tersangka menempatkan situs mereka dalam jaringan gelap, yang hanya bisa diakses oleh perangkat lunak tertentu dan digunakan oleh pelaku kriminal untuk berkomunikasi tanpa terdeteksi.

Di samping mengelola server dan memberikan dukungan untuk para anggotanya, pengelola juga mengajarkan pengguna bagaimana berselancar di situs itu sembari meminimalisir risiko terdeteksi atau menarik kecurigaan.

Sementara itu, tersangka keempat, pria berusia 64 tahun, ditangkap di Hamburg atas dugaan mengunggah lebih dari 3.500 foto dan video pelecehan ke situs Boystown, sebagai salah satu anggota paling aktif situs tersebut. Dia menghadapi dakwaan kepemilikan situs dan berbagi bahan yang menggambarkan pelecehan seksual anak-anak.

Sebelum membongkar kejahatan ini, gugus tugas polisi Jerman telah menghabiskan waktu selama berbulan-bulan menyelidiki platform tersebut, pengelolanya, dan pengguna bekerja sama dengan Europol, badan kepolisian Uni Eropa, dan otoritas penegak hukum dari Australia, Kanada, Belanda, Swedia, dan AS.