IFBC Banner

Hasil Survei: Indonesia Tak Ramah bagi Kebebasan Berpendapat

Jumat, 07 Mei 2021 – 08:36 WIB

Ilustrasi (foto: istimewa)

Ilustrasi (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Berdasarkan data survei Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Indonesia kini sudah semakin tidak ramah terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Peneliti LP3ES Erwan Halil mengatakan, sebanyak 52,1 persen rakyat Indonesia merasa takut untuk berpendapat di ruang publik. Kemudian, 52,1 persen masyarakat juga setuju, ancaman kebebasan sipil meningkat.

"Kondisi ini juga diperkuat dengan kinerja sektor pemerintahan, di mana kebebasan berorganisasi atau berpendapat mendapat penilaian publik hanya sebesar 59,2 persen," kata Erwan, Kamis 6 Mei 2021.

Meski demikian, masyarakat masih tetap mengikuti perkembangan politik dan sosial melalui berbagai media, meskipun dihantui kekhawatiran.

Selama pandemi, ia mendapati masyarakat semakin menaruh perhatian pada isu politik. Masyarakat, katanya, banyak bicara misalnya soal prahara partai Demokrat, korupsi bansos, Asabri, bom bunuh diri Makassar, hingga kontestasi parpol serta kandidat capres 2024.

"Temuan survei menunjukkan di masa pandemi Covid-19 ini publik tidak apatis dengan isu sosial politik," ujar Erwan.

Survey LP3ES dilakukan mulai 8-15 April terhadap 1.200 responden di 34 provinsi.