Koordinator Debt Collector Minta Maaf dan Menyesal, Pangdam Jaya: Tetap Proses Hukum

Senin, 10 Mei 2021 – 12:41 WIB

Ilustrasi Debt Collector (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Debt Collector (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Meskipun sudah meminta maaf, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan tetap akan melanjutkan proses hukum terhadap 11 orang debt collector pelaku pengadangan seorang anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi di kawasan Tol Koja Barat-Jakarta Utara.

Dudung menyebut pelaku telah meminta maaf secara langsung baik kepada Serda Nurhadi, maupun kepada TNI Angkatan Darat secara keseluruhan. Namun, proses hukum akan tetap berjalan.

"Yang jelas walau dia ketua koordinator (debt collector) sudah minta maaf proses hukum tetap jalan. Proses hukum tetap jalan diserahkan ke polisi," kata Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin 10 Mei 2021.

Permintaan maaf itu dia sampaikan secara langsung di depan Serda Nurhadi saat keduanya bertemu di Makodam Jaya.

"Saya minta maaf dan akan tanggung jawab dan akan bertanggung jawab dengan hukum yang berlaku," ucap pelaku tindak kekerasan Hendri Liatumu.


Dudung dalam kesempatan itu memastikan Serda Nurhadi murni membantu keluarga yang memang terlilit persoalan dengan debt collector di jalanan itu.

Dia sendiri tak ada hubungannya dengan para debt collector yang menagih utang hingga mengadang pemilik mobil dan menimbulkan kemacetan.

"Sudah dipastikan Serda Nurhadi tak ada hubungannya dengan keluarga yang punya persoalan dengan debt collector ini. Murni, beliau hanya membantu masyarakat," ujar Dudung.

Sebelumnya, belasan debt collector mengadang sebuah mobil yang dikemudikan oleh anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi diduga karena kendaraan itu menunggak cicilan selama delapan bulan. Aksi pengadangan di Tol Koja Barat-Jakarta Utara tersebut diketahui terjadi pada Kamis 6 Mei 2021. 

"Didapatkan informasi bahwa mobil jenis Honda Mobilio B 2638 BZK tersebut ada tunggakan kredit leasing Clipan selama delapan bulan," kata Wakapolres Metro Jakut AKBP Nasriadi dalam keterangannya, Senin 10 Mei 2021.