Larangan Ziarah Kubur Bikin Anggota DPR Ini Bingung

Jumat, 14 Mei 2021 – 15:04 WIB

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi

PURWAKARTA, REQnews - Di Indonesia, melakukan ziarah kubur sudah menjadi tradisi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri setiap tahun.

Namun, adanya kebijakan pemerintah yang melarang ziarah kubur selama liburan Lebaran 2021, mulai 12 hingga 16 Mei, membuat Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bingung.

"Hari ini saya dibuat bingung oleh sebuah kebijakan. Tempat wisata dibuka tetapi ziarah kubur dilarang," kata Dedi, Kamis, 13 Mei 2021.

Menurutnya, antara tempat wisata dan pemakaman sebenarnya yang lebih berisiko menimbulkan kerumunan dan berdesakan hingga berpotensi menjadi klaster penularan COVID-19, justru adalah tempat wisata.

"Dari pengalaman, saya belum pernah melihat orang berdesakan antre masuk areal pemakaman untuk ziarah," katanya.

Jika tempat wisata diperbolehkan buka, Dedi mempertanyakan apakah ziarah kubur bisa masuk wisata religi atau tidak. Masalahnya, ziarah erat hubungannya dengan wisata religi di Indonesia.

"Bolehkan ziarah kubur jadi wisata ziarah kubur? Apakah itu masuk wisata juga karena 'kan bisa disebut wisata religi," kata Dedi.

Menurut Dedi, jika dibukanya tempat wisata dalam rangka peningkatan ekonomi, ziarah kubur pun bisa masuk kategori itu. Pasalnya, selama di pemakaman terjadi perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari penjual bunga hingga makanan.