Ratusan Warga Palestina Jadi Korban Gempuran Israel, PBB: Langgar Hukum Internasional

Minggu, 16 Mei 2021 – 19:04 WIB

Serangan oleh Israel di Jalur Gaza, Palestina (Foto: Istimewa)

Serangan oleh Israel di Jalur Gaza, Palestina (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya buka suara terhadap serangan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza yang mengakibatkan ratusan orang tewas, dan ribuan orang luka-luka.

PBB melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa serangan Israel di Jalur Gaza, melanggar hukum internasional. Dia juga mengaku kecewa dengan serangan yang menelan banyak korban jiwa itu.

Hal ini disampaikannya melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, seperti dikutip dari AFP, Minggu 16 Mei 2021.

"Sekretaris Jenderal kecewa dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk kematian sepuluh anggota keluarga yang sama, termasuk anak-anak, akibat serangan udara Israel tadi malam di kamp al-Shati di Gaza, yang konon ditujukan pada seorang pemimpin Hamas," kata Dujarric.

Ini merupakan serangan terburuk yang pernah terjadi di Gaza sejak 2014. Serangan itu juga menghancurkan Menara Al Jalaa yang menjadi kantor berita Al Jazeera dan Associated Press di lantai 11.

Sebagai serangan balik, Palestina menembakkan sekitar 2.300 roket ke Israel. Serangan itu menewaskan 10 orang, termasuk seorang anak dan seorang tentara.

Secara total ada sekitar 560 orang Israel yang terluka karena serangan ini. Namun, pertahanan udara Israel telah mencegat banyak roket yang ditembakkan itu


Sekjen PBB juga meminta agar serangan yang melanggar hukum ini dapat dihindari ke depan.

"Sekjen mengingatkan semua pihak bahwa setiap target sipil, dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," ujarnya.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari ini untuk menindaklanjuti pembahasan mengenai serangan Israel ke Gaza.

Seperti diketahui serangan udara dari Israel di Gaza terjadi sejak Senin 10 Mei 2021. Secara total, serangan itu telah menewaskan 145 orang termasuk 41 anak-anak dan melukai 1.100 orang lainnya.