Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengibaran Bendera RMS di Maluku

Minggu, 16 Mei 2021 – 18:02 WIB

Ilustrasi penangkapan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi penangkapan (Foto: Istimewa)

MALUKU, REQnews - Polisi menetapkan tiga tersangka terkait dengan pengibaran bendera separatis Republik Maluku Selatan (RMS) di Desa Ulath, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu 15 Mei 2021.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda I. Leatemia menyebut bahwa salah satunya merupakan residivis kasus yang sama.

"Satu pelaku berinisial FP merupakan pemain lama atau residivis, sedangkan dua rekannya berinisial AP dan ML merupakan pelaku baru," ujar Leatemia dalam keterangannya di Ambon pada Minggu 16 Mei 2021.

Pihak kepolisian juga telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka yang sudah berada di Mapolresta Ambon. 

Karena perbuatannya itu, ketiganya dijerat Pasal 106 KUHPidana dan atau pasal 110 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Kejadian tersebut bermula saat anggota Bhabinkamtibmas Negeri Ulath, Bripka Jhodi Manukuley mendapat informasi dari FP (60) alias Enang, seorang warga Desa Ulath, Kecamatan Saparua Tomur, Kabupaten Maluku Tengah.

Jhodi kemudian menuju lokasi dan menemukan empat bendera RMS berukuran 2 meter. Bendera berkibar di pohon Mangga belakang rumah Ape Manuputty pukul 02.30 WIT, dan dua bendera lain berkibar didepan rumah Sekretaris Negeri Ullath Wempy Telehala pukul 09.55 WIT.

Selanjutnya, Polsek Saparua melakukan penangkapan terhadap dua orang dengan barang bukti empat buah bendera RMS berukuran 2 meter kali 110 cm pukul 10.00 WIT.

Keduanya langsung dibawa ke Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease dengan pengawalan bersenjata lengkap. Kepada polisi mereka mengaku mendapat bendera dari warga bernama Enang Patty.

Sementara Enang Patty mengaku memperoleh bendera RMS dari almarhum Yohan Teterisa alias Yoyo di depan Swalayan Mega Top's 2018.