Buntut Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182: FAA Perintahkan Boeing Periksa Pesawat 737 Tua di Indonesia

Minggu, 16 Mei 2021 – 21:58 WIB

Foto: Flightradar24

Foto: Flightradar24

Washington, REQNews.com -- Federal Aviation Administration (FAA), regulator penerbangan AS, memerintahkan Boeing memeriksa jet 737 generasi tua menyusul kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Teluk Jakarta, Januari 2021.

Dalam dokumen yang dilihat kantor berita AFP, FAA mengatakan semua pesawat Boeing 737-300,-400, dan -500 -- jumlahnya mencapai 143 di seluruh dunia -- perlu diperiksa.

Kegagalan 'flap synchro wire' yang terlewat oleh komputer autothrotle, yang mengatur daya dorong pesawat, dapat mengakibatkan hilangnya kendali pesawat, menurut dokumen itu.

Sebuah laporan sementara dari penyelidik Indonesia Februari lalu menyebutkan throtle jet yang hancur itu menunjukan 'anomali', meski penyebab kecelakaan itu tidak jelas.

"Data awal investigasi kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 yang sedang berlangsung menunjukan sangat tidak mungkin kecelakan itu disebabkan kegagalan laten flap synchro wire," kata FAA.

Namun dikatakan pemeriksaan itu perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi tidak aman yang diidentifikasi, yang dapat ditemukan di pesawat yang dibuat tahun 1980-an dan 1990-an.

Iterasi Boeing yang lebih modern, termasuk 737 MAX yang dilarang terbang selama 20 bulan, setelah dua kecelakaan mematikan, tidak terpengaruh oleh perintah inspeksi. Iterasi adalah sifat tertentu dari algoritme atau program komputer di mana suatu urutan atau lebih dari langkah algoritmik dilakukan di loop program.

Boeing merespon instruksi FAA dengan mengatakan; "Boeing bekerja untuk memastikan pesawat kami aman dan memenuhi semua persyaratan. Kami terus berkomunikasi dengan pelanggan kami dan FAA, dan terlibat dalam upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan peningkatan keselamatan dan kinerja di seluruh armada."

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh dari ketinggian 3.000 meter beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada 9 Januari 2021. Seluruh dari 50 penumpang dan 12 awak pesawat tewas.

Boeing 737-500 yang digunakan Sriwijaya Air adalah Boeing Classic buatan tahun 1990-an.