Seorang Penyair Myanmar Dibakar Hidup-hidup Saat Membantu Pengungsi

Minggu, 16 Mei 2021 – 23:49 WIB

Foto: irrawaddy.com

Foto: irrawaddy.com

Monywa, REQNews.com -- U Sein Win, penyair Myanmar, dibakar hidup-hidup orang tak dikenal saat sedang mengumpulkan sumbangan untuk pengungsi akibat kekerasan.

Taing Aung, manajer sebuah pabrik di zona industri Monywa, sedang berbicara dengan Sein Win (60 tahun) Jumat 14 Mei ketika seorang pekerja pabrik datang dan menuangkan bensin ke kepala sang penyair dan membakarnya.

"Saya melihatnya menuangkan bensin dan langsung membakarnya," kata Taing Aung kepada Myanmar Now. "Saya bereriak, berusaha memadamkan api."

Sein Wein masih bernafas ketika dibawa ke RSU Monywa, tapi meninggal sekitar pukul 23:00. "Dia mengalami luka bakar serius di kepala, kaki, dan tangan," kata Taing Aung.

Pembakar diidentifikasi bernama Aung Ko, penduduk bangsal Myawaddy Monywa. Saat kejadian dilaporkan, pelaku masih buron.

Keluarga memakamkan pendukung lama Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Minggu sore. Pemakaman dihadiri rekan-rekan penyair yang aktif berdemo sejak pemberontakan prodemokrasi tahun 1988 dan berkapanye untuk NLD pada pemilihan umum 1990.


Anggota NLD Dibunuh

Di negara bagian Shan, seorang anggota NLD dibunuh secara keji oleh penyerang tak dikenal, dan anggota parlemen Wilayah Ayeyarwady ditahan tentara.

Sai Kan Nyunt, politisi NLD itu, dibacok sampai mati pada siang hari di Desa Kho Yaung, Kotapraja Tangyan, saat melakukan perjalanan dari Hsipaw. Seorang pekerja sosial mengatakan Sai Kan Kyunt ditemukan tewas dengan luka bacok dan memar.

Tubuh Kan Nyunt dibawa ke rumah sakit, dan penyerang belum diektahui.

Maret lalu, ketua NLD di Magwe dan keponakannya yang berusia 17 tahun tewas dalam serangan massa pendukung Partai Solidarita dan Pembangunan (USDP) yang pro militer. Tiga anggota NLD lainnya, dua di wilayah Yangon dan satu di Naypyitaw, tewas dalam tahanan junta.