Kewalahan Hadapi TNI-Polri, Teroris OPM Sebar Hoax Pasukan Gabungan Tembak 3 Wanita

Senin, 17 Mei 2021 – 14:33 WIB

Teroris organisasi Papua merdeka (OPM)

Teroris organisasi Papua merdeka (OPM)

JAKARTA, REQnews - Perburuan terhadap para teroris organisasi Papua merdeka (OPM) terus dilakukan pasukan gabungan TNI-Polri. Posisi mereka pun kini makin terdesak. Seolah putus asa, teroris OPM kemudian memancing respons pendukungnya untuk menyebar fitnah dan berita bohong.

Salah satunya dengan menyebarkan informasi bohong bahwa ada 3 wanita di Kabupaten Puncak, Papua, tewas ditembak militer Indonesia. Kabar itu beredar dari pemberitaan sebuah media online. "Tidak ada kejadian seperti yang diberitakan," ujar Kapen Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suristiawa, Senin, 17 Mei 2021.

Menurutnya, kelompok teroris OPM didukung front politik dan klandestin di antaranya jurnalis, media, dan pegiat media sosial (medsos) yang aktif menyebarkan hoax untuk menyudutkan pemerintah. "Kalau teroris OPM membakar sekolah, membunuh guru dan menebar teror lain, pendukung mereka ini tidak komentar apa pun," kata Suristiawa.

Ditegaskannya, kabar bohong ini disebarkan pendukung teroris OPM untuk memfitnah tim gabungan TNI-Polri. Hoax ini juga ikut disebarkan aktivis pro-Papua merdeka, Veronica Koman, lewat medsos Twitter.

"Itu memang link mereka, setidaknya ada 2 media online yang pimrednya sangat intens hubungan dengan Si Koman itu. Setiap propaganda yang dimuat media pendukung kelompok teroris OPM ini, selalu jadi bahan tweet-nya," ujar Suriastawa.

Menurutnya, penggalangan opini lewat hoax ini dibuat untuk menarik perhatian publik. Selain hoax militer menembak 3 wanita, pendukung teroris OPM menyebar fitnah soal hancurnya Gereja Kingmi yang tujuannya memprovokasi jemaat gereja, baik lokal, nasional, maupun internasional.

Menurutnya, terdesaknya kelompok teroris OPM ini memancing respons pendukungnya untuk menyebar fitnah dan berita bohong.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy juga menegaskan bahwa berita tersebut hoax. Dia mengimbau masyarakat tak terprovokasi berita yang disebar pendukung teroris KKB karena penegakan hukum dilakukan secara tegas dan terukur.

"Saat ini saya berada di Ilaga bersama Dandim dan Kapolres dan berita yang dimuat media (menyebut sebuah media online) itu adalah berita bohong," kata Iqbal dalam keterangan yang sama.

Diketahui, pemerintah menetapkan kelompok kriminal bersenjata KKB sebagai teroris sejak 29 April 2021. TNI-Polri terus mengejar dan menindak karena front bersenjata OPM ini terus menebar teror ke masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan penerbangan sipil.

Beberapa waktu terakhir, Tim Gabungan TNI-Polri menangkap provokator kerusuhan pendukung teroris OPM, Victor Yeimo, menguasai markas teroris kelompok Lekagak Talenggen di Wuloni dan Tagalowa, Distrik Ilaga. Tak lama kemudian, di Distrik Ilaga, beberapa anggota teroris OPM ditembak tim gabungan dan ada juga 3 orang yang menyerahkan diri.