Viral Abraham Samad Sebar Video Porno di Diskusi ICW?

Senin, 17 Mei 2021 – 20:56 WIB

Abraham Samad (Foto: Istimewa)

Abraham Samad (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Akun Abraham Samad membuat heboh diskusi virtual oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) pada Senin 17 Mei 2021. Akun yang mengatasnamakan 'Abraham Samad' menimbulkan kegaduhan dengan menampilkan potongan video porno. 

Jelas, akun tersebut adalah oknum peretas yang menggunakan nama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad.

Sebagai informasi, acara tersebut menghadirkan sejumlah mantan pimpinan KPK, mulai dari Busyro Muqoddas, Agus Rahardjo, hingga Saut Situmorang.

Dalam diskusi itu mereka memberikan pandangannya terkait 75 pegawai lembaga antirasuah yang gagal tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Peretasan itu terjadi saat salah satu eks pimpinan KPK, M. Jasin tengah menyampaikan pandangannya. Tiba-tiba salah satu akun yang mengatasnamakan 'Abraham Samad' menimbulkan kegaduhan dengan menampilkan potongan video porno.

Peneliti ICW Wana Alamsyah membenarkan serangan peretasan dalam diskusi tersebut. Menurutnya, sejak awal, banyak orang yang menggunakan nama panelis eks pimpinan KPK untuk bisa masuk dalam diskusi tersebut.

"Untuk zoom kami melihat ada orang-orang yang menggunakan nama para panelis untuk masuk. Diduga bukan dia. Jadi ada orang yang menggunakan nama tersebut lalu masuk dan menampilkan gambar semacam itu," ujar Wana kepada wartawan. 

Slain itu, kata Wana, banyak pihak yang menggunakan nama-nama mantan peneliti ICW seperti Tama S. Langkun dan Febri Diansyah untuk coba masuk dalam diskusi tersebut.

Wana mengatakan setelah kejadian tersebut pihaknya belum berkomunikasi lagi dengan Abraham Samad. Namun, ia langsung berkomunikasi dengan peneliti ICW lainnya, Kurnia Ramadana.

"Hal tersebut aku enggak komunikasikan dengan Abraham tapi Kurnia. Tapi, memang tadi juga ada upaya untuk kami sebutnya sabotase diskusi tadi dengan serangan-serangan," katanya.

Bahkan akun WhatsApp Koordinator ICW Adnan Topan Husodo beserta delapan pekerja lainnya juga sempat diduga diretas di tengah polemik penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

Salah satu pola dugaan upaya meretas yakni dimulai saat seorang rekannya dihubungi oleh nomor tak dikenal dengan kode area telepon Amerika Serikat.

Bekas pimpinan KPK Busyro Muqoddas juga bernasib sama. Ia mengaku sempat menjadi korban peretasan usai melontarkan kritik keras terkait TWK dalam proses alih status ASN pegawai KPK.

"Indikasi kuat barusan HP saya juga dihack, diganggu-ganggu beberapa kali dan sejumlah teman (mengalami hal serupa) menjelang webinar ini," ujar Busyro.

Busyro juga mengaku mendapat banyak serangan dari para pendengung atau buzzer di media sosial. Namun, ia memilih untuk tidak menghiraukan hal-hal tersebut.