Dugaan Korupsi PT Asabri, Kejagung Sita Aset Tanah-Bangunan Milik Benny Tjokro di Bandung

Selasa, 18 Mei 2021 – 01:05 WIB

Tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (Foto: Istimewa)

Tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kejaksaan Agung kembali menyita aset berupa tanah milik tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (BTS) yang berada di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan bahwa aset yang disita berupa dua bidang tanah yang diatasnya ada Gedung Rupa Rupi Handycraft.

Leonard menyebut penyitaan tersebut telah mendapatkan penetapan izin penyitaan dari Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus.

"Yang pada pokoknya memberikan izin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap 2 bidang tanah dan bangunan tersebut," ujar Leonard dalam kererangan tertulisnya pada Senin 17 Mei 2021.

Berdasarkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus Nomor : 16/Pen.Pid.Sus/TPK/2021/PN.Bdg tanggal 30 April 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan Benny Tjokro yakni satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No.131 seluas 1.405 M2 yang terletak di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung dengan pemegang hak atas nama PT. Gita Adhitya Graha.

"Satu bidang tanah atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Milik (HM) No. 136 seluas 1.461 M2 yang terletak di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung dengan pemegang hak atas nama PT. Gita Adhitya Graha," kata dia.

Selanjutnya, aset-aset para tersangka yang telah disita akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara.

Diketahui, sebelumnya Kejaksaan telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus korupsi pengelolaan dana investasi dan keuangan PT Asabri (Persero), seperti:

- ARD selaku Dirut PT Asabri periode tahun 2011 hingga Maret 2016

- SW selaku Direktur Utama PT. Asabri periode Maret 2016 hingga Juli 2020

- BE selaku Mantan Direktur Keuangan PT. Asabri periode Oktober 2008 hingga Juni 2014

- HS selaku Direktur PT. Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019

- IWS selaku Kadiv Investasi PT. Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017

- LP selaku Direktur Utama PT. Prima Jaringan

- BTS selaku Direktur PT. Hanson Internasional

- HH selaku Direktur PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra

- JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation.

Pasal yang disangkakan yaitu Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.