Tak Kunjung Ditangkap, Polisi Akui Kesulitan Tangkap Jozeph Paul Zhang

Selasa, 18 Mei 2021 – 07:01 WIB

Jozeph Paul Zhang, pelaku penghina Nabi Muhammad dan agama Islam

Jozeph Paul Zhang, pelaku penghina Nabi Muhammad dan agama Islam

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu lalu, seorang pria Jozeph Paul Zhang membuat gempar dunia maya karena aksinya menghina afgama Islam dan Nabi Muhammad.

Banyak pihak mendesak agar aparat keamanan menangkap pria yang juga mengaku sebagai nabi tersebut. Hal itu pun direspon oleh pihak kepolisian dengan menetapkan status Jozeph sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Namun hingga saat ini, pria dengan nama lain Shindy Paul Soerjomoelyono tak kunjung ditangkap. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, mengaku tidak mudah memburu Jozeph Paul Zhang.

“Tentunya kan dunia maya itu sebenarnya kan tidak semudah kita bayangkan,” kata Argo di Mabes Polri pada Senin, 17 Mei 2021. Menurutnya, saat ini Tim Bareskrim Polri masih terus melakukan komunikasi dengan instansi terkait untuk mencari tahu keberadaan Paul Zhang.

Kabarnya, Paul Zhang berada di dua negara Eropa antara Jerman dan Belanda. “Kita tetap komunikasi seperti Kemenlu, Direktorat Jenderal Imigrasi dan instansi lainnya. Kita selalu berkoordinasi berkaitan dengan dimana yang bersangkutan berada. Kita masih mencari yang bersangkutan ada dimana,” ujarnya.

Menurut dia, Bareskrim Polri sekarang masih menunggu tindak lanjut dari Interpol terkait penerbitan red notice terhadap tersangka Paul Zhang. “Kita masih tunggu daripada negara-negara yang mendapatkan red notice yang bersangkutan. Tentunya, kita butuh proses dan waktu,” jelas dia.

Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama karena mengaku nabi ke-26 saat menggelar zoom meeting berdiskusi dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’, dan diunggah ke akun Youtube Joseph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Atas perbuatannya, Paul Zhang disangkakan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Kini, Paul Zhang masih diburu kepolisian yang diduga berada di luar negeri.