Guru TK Nyaris Bunuh Diri dan Dipecat karena Diteror Debt Collector, DPR Cuma Bisa Prihatin

Rabu, 19 Mei 2021 – 09:09 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Seorang guru TK di Sukun, Malang, Jawa Timur, nyaris bunuh diri karena diteror 24 debt collector pinjaman online. Tak hanya itu, guru TK itu juga dipecat dan kehilangan pekerjaan.

Kasus ini kemudian mendapat sorotan dari Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. "Kami sangat prihatin mengikuti kasus terjeratnya seorang guru honorer dalam pinjaman online. Ironisnya, pinjaman itu mulanya digunakan untuk biaya menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) yang disyaratkan tempatnya mengajar," katanya kepada wartawan, Rabu, 19 Mei 2021.

Huda menilai, kasus ini menjadi salah satu contoh potret suramnya pendidikan di Tanah Air. "Kasus ini harus ditangkap sebagai potret buram pendidikan di Tanah Air, terutama bagaimana masih minimnya perhatian pemerintah kepada nasib guru honorer," ujarnya.

Dirinya berjanji, akan memperjuangkan kemungkinan pemberian beasiswa agar yang bersangkutan bisa menyelesaikan pendidikan S1-nya. Selain itu, pihaknya juga akan mencarikan skema terbaik untuk membantu proses penyelesaian utang tersebut.

Lebih lanjut, Huda berharap pemerintah segera merealisasikan pengangkatan sejuta guru honorer menjadi ASN. Saat ini program pengangkatan sejuta guru honorer menjadi ASN masih dalam tahap pendaftaran di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sedangkan proses seleksi akan dilakukan dalam tiga tahap yakni yakni tahap I pada bulan Agustus 2021, tahap II pada bulan Oktober 2021 dan tahap III pada bulan Desember 2021. "Kami berharap proses tersebut segera dilaksanakan secara fair dan terbuka, sehingga memberikan harapan bagi percepatan kesejahteraan para guru honorer," harap Huda.

Program pengangkatan sejuta guru honorer menjadi ASN, tegas Huda, harus diselesaikan tahun ini juga. Menurutnya, program ini belum optimal karena formasi guru honorer yang diajukan mengikuti seleksi oleh pemerintah daerah masih di angka 530 ribu Padahal, slot yang tersedia mencapai satu juta lowongan.

"Program rekrutmen 1 juta guru honorer yang baru terisi 500-an ribu. Kita minta dituntaskan tahun ini juga. Pemerintah harus jamin gaji dan tunjangan mereka full dari APBN, sehingga pemda berani mengurulkan formasi sesuai kebutuhan guru di wilayah masing-masing," tegasnya.