IFBC Banner

Ratusan Yahudi Karyawan Google Desak Perusahaan Kutuk Pemboman Jalur Gaza

Rabu, 19 Mei 2021 – 20:57 WIB

Foto: equatornews.today

Foto: equatornews.today

California, REQNews.com -- Sekelompok Yahudi karyawan Google dikabarkan meminta perusahaan mengutuk tindakan militer Israel membom Jalur Gaza, dan mendukung warga Palestina.

Situs berita The Verge melaporkan permintaan disampaikan dalam surat internal kepada CEO Google Sundar Pichai, untuk mengutuk serangan itu, termasuk pengakuan atas kerugian warga Palestina akibat ulah militer Israel.

Permintaan itu disampaikan Diaspora Yahudi di kelompok sumber daya karyawan, kelompok baru yang dibentuk tahun lalu. Kelompok ini memisahkan diri dari grup Yahudi karyawan Google, disebut Jewgler, yang dituduh menahan kritik terhadap Israel.

Di luar pernyataan publik, surat tersebut meminta Google memusatkan suara karyawan Google Palestina di masa depan, bantuan dana untuk orang-orang Palestina terkena dampak kekerasan militer, menolak definisi antisemitisme yang menyatakan bahwa kritik terhadap Israel atau Zionisme adalah antisemitisme, peninjauan dan penghentian kontrak dengan institusi yang mendukung pelanggaran Israel atas hak-hak Palestina.

Surat itu diedarkan ke karyawan Yahudi di Google, Selasa lalu, dan memperoleh 250 tanda tangan. The Verge tidak menyebut berapa jumlah karyawan Yahudi di Google.

Anggota Diaspora Yahudi mengatakan mereka terinspirasi untuk menulis surat setelah Jewglers tidak mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kekerasan terhadap Palestina. Sampai Rabu 19 Mei, 219 warga Palestina tewas, termasuk 63 anak-anak, dalam serangan yang menghancurkan infrastruktur dan ratusan rumah di Jalur Gaza.

Setidaknya 12 warga Israel, termasuk dua anak, tewas dihantam roket Hamas. Korban di pihak Israel membuktikan Iron Doome, sistem antirudal yang dipasarng negeri Yahudi itu tidak benar-benar mampu menahan serangan roket.