Penyelidik Rusia Temukan Kuburan Massal Korban Pembantaian Nazi Jerman

Sabtu, 29 Mei 2021 – 20:39 WIB

Foto: Daily Mail

Foto: Daily Mail

Voronezh, REQNews.com -- Penyelidik Rusia menemukan kuburan massal berisi ratusan kerangka wanita dan anak-anak korban pembantaian Nazi Jerman di bekas kamp konsentrasi di Rusia.

Mikhail Segodin, kepala regu sukarelawan pencari, mengatakan kuburan berisi 500 kerangka. Bukti fisik memperlihatkan korban tewas ditembak atau disiksa, dan lainnya akibat kelaparan, sakit, dan kekuranan gizi.

Rekaman video memperlihatkan ekskavator menggali tanah yang di dalamnya berisi tengkorak dan bagian tubuh lainnya. "Mereka adalah penghuni kamp konsentrasi Dulag-191 di wilayah Voronezh," kata Segodin, yang memimpin 64 penyelidik.

Kamp Dulag-191 dihuni wanita dan anak-anak. Dulag-191 adalah kamp transit Jerman di wilayah Rusia. Arsip kamp menunjukan 8.500 orang tewas di kamp ini.

"Melihat tulang-belulang itu, kami berkesimpulan sebagian besar tewas akibat luka tembak," kata Segodin. "Ada tulang yang patah akibat hantaman benda tumpul kecil."

Sebagian besar tulang masih utuh, tapi ada pula yang hanya menyisakan tengkorak kepala dengan gigi masih lengkap. Yang pasti, hampir seluruh penghuni kuburan massal ini masih muda.

"Kami tidak menemukan barang berharga, kecuali kotak rokok yang rusak akibat tembakan," kata Segodin.

Laporan intelejen Uni Soviet dari Kantor Komisariat Dalam Negeri Rakyat untuk wilayah Vorenezh tanggal 2 September 1942 menyebutkan sebuah kamp konsentrasi untuk perempuan dan anak-anak berada di wilayah itu.

Kamp itu, menurut laporan intelejen itu, adalah sebuah pabrik batu batu di desa di pinggiran kota Lushkikovka. Kamp itu terbuka, dipagari empat baris kawat berduri dan dijaga oleh Magyars -- sebutan untuk bangsa Hongaria.

Laporan itu juga menyebutkan tahanan tidak diberi makan, tapi anak-anak diijinkan mengumpulkan sedekan. Ada banyak yang sakit tapi tidak ada bantuan medis.

Sejarawan Viktor Strelkin yang kali pertama mengetahui situs kuburan massal. Ia telah berbicara dengan tahanan Dulag-191 yang masih hidup, dan mengarahkannya ke situs.

"Seorang saksi hidup mengatakan di lubang-lubang tepat di bawah kaki kita terbaring orang mati," kata Strelkin. "Mereka dibiarkan terbaring di tempat terbuka. Ada pula yang dibubur dengan kedalama 10 sampai 15 sentimeter. Ketika tanah turun, mayat itu terlihat."

Segodin dan timnya akan terus menyisir wilayah sekitar bersama spesialis dari Komite Investigasi, dengan harapan menemukan lbih banyak mayat.

Kamp konsentrasi Dulag 191 dibuat tahun 1942. Narapida dari kamp ini dipaksa membangun rel kereta pi untuk Nazi yang dikenal sebagai jalur Berlinka.