IFBC Banner

Sempat viral, Penjual Pecel Lele Harga Selangit di Malioboro Akhirnya Minta Maaf

Selasa, 01 Juni 2021 – 14:31 WIB

Ilustrasi penjual pecel lele (Foto:istimewa)

Ilustrasi penjual pecel lele (Foto:istimewa)

YOGYAKARTA, REQNews - Harga Pecel lele di Yogyakarta yang harganya mahal menjadi pembicaraan masyarakat. Pemerintah daerah langsung turun tangan setelah keluhan seorang wisatawan lokal tersebut viral di media sosial.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, langsung menindaklanjuti aduan wisatawan terkait harga pecel lele yang tidak wajar.

"Kami lakukan pembinaan ke pelaku usaha kuliner," ujarnya, Senin 30 Mei 2021.

Atas kejadian tersebut tiga pelaku kuliner di Jalan Perwakilan Malioboro yang sempat diberi sanksi ditutup sementara berjanji untuk memperbaiki pelayanan kepada konsumen.

“Kami meminta maaf dan tidak akan mengulangi hal yang sama. Kami akan menstandarkan daftar harga dan menu,” kata salah satu pedagang kuliner di Jalan Perwakilan Apriyanto usai menjalani klarifikasi di Satpol PP Kota Yogyakarta, Senin 31 Mei 2021.

Apriyanto yang selama ini berjualan di warung bukan lesehan mengatakan akan mengubah daftar harga dan daftar menu supaya sudah lengkap dalam satu paket pecel lele yang terdiri dari nasi, lele, lalapan, dan sambal.

Berdasarkan hasil klarifikasi di Satpol PP Kota Yogyakarta, dua dari tiga warung makan di Jalan Perwakilan sudah diizinkan untuk membuka kembali warungnya pada 1 Juni.

“Keduanya, yaitu Rumah Makan Cipta Rasa dan Rumah Makan Pojok 3 terbukti menjual makanan pecel lele di atas harga kewajaran yang berada di Kawasan Malioboro ,” kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto.

Sedangkan satu rumah makan, yaitu Baroqah diberi sanksi menutup usahanya hingga 6 Juni karena terbukti menjual pecel lele di atas harga wajar dan kemudian viral di berbagai platform media bahkan menjadi pembahasan hingga nasional.

“Sanksi penutupan ini sifatnya nonyustisi. Untuk sanksi yustisi masih berproses,” kata Agus yang menyebut pelaku usaha belum memiliki tanda daftar usaha parwisata (TDUP).