Viral Video Bupati Alor Marahi Staf Kemensos dan Sindir Menteri, Risma Beri Jawaban Ini

Rabu, 02 Juni 2021 – 13:20 WIB

 Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo (Foto:Istimewa)

Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo (Foto:Istimewa)

 ALOR, REQNews -  Sebuah video viral yang mempertontonkan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo terlihat emosi dan memarahi staf Kementerian Sosial. Terkait video tersebut Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan klarifikasi.

Risma mengatakan bantuan bencana diberikan lewat DPRD Kabupaten Alor, NTT karena saat bantuan itu dikirimkan lewat jalur darat dari Surabaya, tidak ada satu pun dari pihak Pemda Kabupaten Alor dan Kementerian Sosial yang bisa dihubungi karena jaringan komunikasi terputus.

Kebetulan saat itu hanya Ketua DPRD Alor Alor Enny Anggrek yang bisa. Enny kemudian menawarkan bantuan untuk menyalurkan bantuan bencana.

"Tapi (logistik bantuan bencana) kami tidak bisa (masuk ke Alor). Saya masih ada WA-nya. Saya bisa tunjukan bahwa kami tidak punya kepentingan apa pun," ungkap Risma saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Rabu 2 Juni 2021.

Risma memastikan bantuan yang diberikan lewat DPRD Kabupaten Alor bukan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) seperti yang disampaikan Amon.

"Sekali lagi itu bukan PKH. Itu adalah bantuan bencana," ujar Risma.

Risma juga menegaskan dia tak memiliki kepentingan apa pun hingga menyalurkan bantuan lewat anggota DPRD.

Sebelumnya beredar video Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo diduga menyindir Menteri Sosial Rismaharini hingga sebut Presiden Jokowi.

Kejadian tersebut terjadi di rumah jabatan Bupati. Saat itu, Bupati Djobo sedang menerima kedatangan tamu dari Kementerian Sosial yang diutus oleh Menteri Risma.

Video memperlihatkan Bupati Djobo sedang memarahi staf Mensos Risma terkait teknis penanganan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia kesal lantaran bantuan itu bukan diurus oleh pemerintah Kabupaten Alor tetapi malah diurus salah satu partai politik dan dibagikan oleh ketua DPRD di wilayah dapilnya.

Saking kesal, ia menuding ada iming-iming politik dibalik bantuan itu.

"Sembarang saja tu. Jangan pakai politik-politik model begitu. Dia tidak tahu proses bantuan pola penanganan, teknis penanganan ini sampai di bawah. Mulutnya lebih cepat dari pikiran, pejabat apa model begitu tu, menteri model apa begitu, dia tidak pernah datang ke Alor ko" ungkap Bupati Djobo yang diduga menyinggung Menteri Risma.

Dalam video tersebut Bupati Djobo pun menyuruh tamu staf Kementerian itu untuk pulang dan berencana membuat surat untuk Presiden.

"Pa dorang besok tidak boleh ada disini. Besok kamu pulang sudah. Besok saya bikin surat kasih Presiden itu. Dia pikir dia terlalu hebat apa. Dia pimpin Surabaya hanya tanam bunga, pohon ko tau apa. Kau punya laporan itu kasih Presiden saja," ucap Bupati Djobo dalam video itu.

Sementara itu Bupati Djobo yang dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sangat marah terkait bantuan dari kementerian yang diberikan kepada DPRD.

"Video itu betul. Saya marah karena bantuan PKH dikasih melalui DPRD padahal seharusnya pemerintah daerah yang bagi," kata Bupati Djobo.