Terkesan Dipaksakan, Novel Curiga ada Kepentingan Firli Dibalik Pelantikan Pegawai KPK

Rabu, 02 Juni 2021 – 19:02 WIB

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan

JAKARTA, REQnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mencurigai ada kepentingan lain di balik pelantikan pegawai KPK menjadi ASN.

Sebab menurutnya, pelantikan 1.271 pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dipaksakan oleh Ketua KPK, Firli Bahuri, di tengah polemik 75 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Setahu saya yang memaksakan diri untuk dilakukan pelantikan (kemarin) tanggal 1 Juni 2021 adalah Pak Firli Bahuri. Tidak ada aturan atau norma yang memerlukan pelantikan secara terburu-buru seperti ini," kata Novel kepada awak media, Rabu, 2 Juni 2021.

Dia juga menduga, upaya memaksakan pelantikan tersebut bertujuan untuk membuat 75 pegawai KPK ini putus asa atau kecewa. Meski demikian, Namun, yakin hal tersebut tidak akan terjadi.

Pasalnya, komitmen 75 pegawai yang tak lolos TWK benar-benar untuk menjaga harapan agar tetap bisa berbuat dalam upaya memberantas korupsi, meskipun dihadang dengan sedemikian rupa.

Di sisi lain, Novel menyampaikan ucapan selamat kepada 1.271 pegawai KPK yang telah dilantik menjadi ASN.

"Semoga kawan-kawan yang telah dilantik bisa tetap menjaga integritas, bekerja dengan profesional dan nilai-nilai kebaikan yang ada di KPK, serta tidak takut dengan intervensi atau gangguan dari oknum-oknum tertentu yang membela kepentingan koruptor," kata Novel.

Diketahui, Ketua KPK Firli Bahuri resmi melantik 1.271 pegawai KPK menjadi ASN di Gedung KPK, Selasa kemarin. Angka itu merupakan jumlah pegawai yang dinyatakan lolos TWK sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN.

Padahal sekitar 700 pegawai KPK sempat menyampaikan tuntutan ke pimpinan untuk menunda proses pelantikan di tengah polemik TWK. Namun permintaan itu tak membuahkan hasil, pelantikan pegawai KPK menjadi ASN tetap digelar.