Jenderal Agus Ogah Usut Kasus Firli, ICW Minta Jenderal Listyo Lakukan Ini

Minggu, 06 Juni 2021 – 08:36 WIB

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabareskrim Komjen Agus Andrianto memutuskan akan mengembalikan dokumen dugaan gratifikasi Ketua KPK, Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Melihat hal itu Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Kapolri Jenderal Listyo untuk menegur Agus. 

Peneliti ICW Wana Alamsyah mengkritik keputusan Komjen Agus yang akan mengembalikan dokumen dugaan gratifikasi tersebut.

 

 
Menurut Wana, laporan yang mereka buat terkait Firli tersebut tak terkait dengan polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di KPK. Ia pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegur Agus karena mengabaikan laporan dugaan gratifikasi Firli.


"Maka dari itu ICW mendesak Kapolri untuk menegur Kabareskrim dan memerintahkan jajarannya menelusuri lebih lanjut laporan yang telah kami sampaikan," ujar Wana dalam keterangan tertulis, Jumat 4 Juni 2021.

 

Wana menilai terlihat keengganan Bareskrim menelusuri laporan dugaan gratifikasi Firli terkait penyewaan helikopter untuk berziarah ke makam orang tua beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sebagai aparat penegak hukum, seharusnya Bareskrim menelaah terlebih dahulu laporan tersebut sembari melakukan penyelidikan.

"Bukan justru mengatakan menarik-narik institusi Polri dalam polemik KPK," ucapnya.

 

Kata Wana keputusan Agus tersebut juga tidak tepat lantaran Dewas KPK hanya menangani dugaan pelanggaran etik. Sementara itu, kata Wana, laporan yang pihaknya layangkan terkait dugaan pidana.

"Ranah Dewan Pengawas berbeda dengan Polri. Dewas menelusuri pelanggaran etik, sedangkan Bareskrim melihat potensi tindak pidana," ucapnya.

 

 

Seperti diketahui, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyatakan akan melimpahkan dokumen laporan dugaan gratifikasi Ketua KPK, Firli Bahuri ke Dewas KPK.

"Sudah ditangani Dewas KPK, nanti kami limpahkan saja ke sana," kata Agus Jumat 4 Juni 2021.

Kata Agus, Polri saat ini tengah fokus membantu pengendalian pandemi COVID-19. Sehingga, aduan dan bukti-bukti yang diserahkan oleh ICW akan diserahkan pihaknya pada Dewas KPK untuk ditindaklanjuti.

 

"Mohon jangan tarik-tarik Polri. Energi kita fokus kepada membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 berikut dampak penyertanya," katanya.