Parah, Data Kependudukannya Diumbar Pemkab Magelang, Warganet: Pak Ganjar Pripun Niki?

Senin, 07 Juni 2021 – 16:05 WIB

Data kependudukan diumbar di website Pemkab Magelang (Foto:Istimewa)

Data kependudukan diumbar di website Pemkab Magelang (Foto:Istimewa)

MAGELANG, REQNews - Data kependudukan diumbar di website Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, warga protes. Atas kejadian tersebut Pemkab Magelang menuai kritikan.

Adapun data pribadi yang diumbar tersebut berupa nomor Kartu Keluarga (KK) dan NIK. Data tersebut bisa diakses bebas di website Pemkab Magelang.

Informasi terbongkarnya data pribadi penduduk ini pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna Facebook dengan nama akun Happy Firmansyah dan dibagikan ulang oleh akun Twitter txtdrMagelang.

Pada unggahan tersebut, terlihat sebuah tangkapan layar memperlihatkan nomor KK dan NIK yang disensor. Data tersebut merupakan hasil tangkapan layar dari situs opendata.magelangkab.go.id. Namun, data tersebut kini sudah tidak bisa diakses lagi.

Unggahan tersebut tentu saja menuai komentar beragam dari warganet.

"Wah Magelang baik sekali open data dan boleh digunakan teman-teman," demikian naraso yang tertulis di akun Happy Firmansyah.

"Open data bukan berarti semua harus diupload di website apa lagi isinya informasi sensitif, untung cuma beberapa desa dan data tahun 2015/2017," kata ho0man_hanipp.

Seorang warganet ikut komentar dan meminta perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Pak @ganjarpranowo pripun niki? Meskipun sudah take down, tapi data sudah terlanjur tersebar. Siapa yang akan bertanggung jawab? Apa dan bagaimana bentuk dari tanggung jawab itu?" kata nico_apri.

Setelah ramai dikritik netizen, Pemkab Magelang pun meminta maaf dan mengatakan permasalahan tersebut sudah ditindaklanjuti.

"Kami mohon maaf atas kesalahan data yang terunggah. Permasalahan ini sudah dalam proses tindak lanjut. Website open data merupakan sinergi dari berbagai pihak, kami akan terus berkoordinasi untuk segera mengusut dan menyelesaikan masalah ini," demikian keterangan Dikominfo Kabupaten Magelang.