Licik! Palsukan KTP dan Surat Kuasa, Tanah pun Berpindah Tangan

Kamis, 10 Juni 2021 – 14:32 WIB

Mafia Tanah (foto:Istimewa)

Mafia Tanah (foto:Istimewa)

KUDUS, REQNews – Kasus mafia tanah di Jawa Tengah dengan AH sebagai terlapor terus berjalan. Dalam lanjutan gelar perkara pada Rabu, 9 Juni 2021, ditemukan adanya pemalsuan surat kuasa dan KTP yang diduga dilakukan AH.

Bareskrim Mabes Polri kembali melanjutkan gelar perkara tersebut. Pelaku AH dalam aksi culasnya itu menipu korban atas nama Kasmadi terkait jual beli tanah di Kabupaten Kudus.

Kasmadi adalah salah satu dari 15 korban mafia tanah yang diduga dilakukan AH dengan kerugian total sekitar Rp95 miliar.

“Gelar perkara hari ini menyidangkan laporan Kasmadi sebagai korban penipuan. Indikasinya sangat kuat, karena Kasmadi nggak pernah berikan surat kuasa jual untuk objek tanahnya yang ada di Kudus," ujar kuasa hukum 15 korban mafia tanah, Lukmanul Hakim di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

Dia menjelaskan kejanggalan ini karena nama Kasmadi sudah berganti nama menjadi pelaku. Kata dia, dalam akta jual itu, pelaku sudah menjadikan tiga obyek tanah Kasmadi jadi hipotek salah satu bank di Semarang.

Menurut dia, jadi aneh karena ada surat kuasa. Sementara, Kasmadi tak pernah memberikan surat kuasa jual kepada Agus Hartono. “Jadi, di sini akhirnya Kasmadi melaporkan adanya fakta surat kuasa jual," sebutnya.

Lukman menambahkan surat kuasa itu bisa ada karena cara AH yang ternyata memiliki staf di kantor notaris berinisial N. Adapun N itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, yang jadi persoalan menurut Lukman karena kasus ini seakan berhenti di nama N. Sementara, peran AH seolah hilang. Tapi, dari gelar perkara terungkap N hanya menjalankan perintah dari AH.

“Hasil gelar perkara tadi terungkap tim kuasa hukum N memaparkan ada peran yang sangat penting terhadap manipulasi dan pemalsuan surat kuasa tadi, di mana surat kuasa itu aslinya tidak ada. Dia terbit kayak hantu yang muncul, di mana ada surat kuasa seolah-olah dari Kasmadi ke AH," jelas Lukman.