Sembako Kena PPN, YLKI Sebut Kebijakan Tidak Manusiawi

Kamis, 10 Juni 2021 – 16:03 WIB

Sembako (Foto:Istimewa)

Sembako (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik rencana pemerintah menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bahan pangan atau sembako dimasa pandemi.


Kebijakan itu dinilai tidak tepat, apabila diterapkan saat pandemi, di saat daya beli masyarakat menurun.

"Wacana ini jelas menjadi wacana kebijakan yang tidak manusiawi, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, saat daya beli masyarakat sedang turun drastis," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Kamis 10 Juni 2021.

Menurut Tulus, pengenaan PPN akan menjadi beban baru bagi masyarakat dan konsumen, yaitu berupa naiknya harga kebutuhan pokok. Belum lagi, lanjut dia, jika ada distorsi pasar, maka kenaikannya akan semakin tinggi.

"Pengenaan PPN pada bahan pangan juga bisa menjadi ancaman terhadap keamanan pasokan pangan pada masyarakat," kata dia.

Oleh karena itu, Tulus menegaskan wacana ini harus dibatalkan. Pemerintah, ditegaskannya, harus lebih kreatif, jika alasannya untuk menggali pendapatan dana APBN.