Panik Gak Rizieq Shihab, BIN Kasih Jawaban Menohok Soal Kongkow di Arab Saudi

Jumat, 11 Juni 2021 – 10:40 WIB

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah pleidoi Rizieq Shihab yang mengklaim bahwa pentolan Front Pembela Islam (FPI) pernah bertemu Kepala BIN, Budi Gunawan, di Arab Saudi pada 2017 lalu.

Terkait isu itu, Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto pun membantah adanya pertemuan tersebut. "Tentang isu pertemuan dengan Pak BG di Arab Saudi tidak pernah terjadi. Sedangkan mengenai pertemuan dengan Pak Tito selaku Kapolri pada waktu itu agar ditanyakan langsung kepada beliau," ujar Wawan kepada wartawan pada Kamis 10 Juni 2021.

Ia pun mengatakan tak pernah melihat langsung dokumen perjanjian yang disebutkan Rizieq dalam sidang. Menurutnya, dokumen resmi dari lembaga intelijen negara pasti memiliki kop surat dengan logo instansi resmi. 

Wawan mengatakan bahwa hakim dalam persidangan perlu mengkonfirmasi lebih lanjut keabsahan dokumen yang disebut-sebut Rizieq. "Karena ini sudah masuk di persidangan, maka jika surat tersebut ditunjukkan, hakimlah yang menilai keabsahan dan kebenaran surat itu secara hukum setelah ada uji forensik," kata dia. 

Lembaganya pun tak pernah mengeluarkan perjanjian yang mengatasnamakan perorangan. Menurutnya, setiap ada MoU yang diterbitkan pasti melibatkan antar lembaga.

"Di BIN sendiri tidak ada arsip surat dimaksud, biasanya jika ada MoU pasti ada arsip. Maka seyogyanya perihal surat tersebut ditanyakan otentikasinya ke MRS," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq membacakan pleidoi alias nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 10 Juni 2021.

Eks imam besar FPI itu mengaku telah ditemui Budi Gunawan dan mantan Kapolri, Tito Karnavian, di satu Hotel Berbintang Lima di Kota Jeddah-Arab Saudi. Dari pertemuan tersebut kemudian menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya antaranya menghentikan semua kasus hukum yang menjerat Rizieq dkk.

"Sehingga tidak ada lagi fitnah kriminalisasi, dan sepakat mengedepankan dialog daripada pengerahan massa, serta siap mendukung semua kebijakan Pemerintahan Jokowi selama tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan konstitusi negara Indonesia," ujar Rizieq. 

Dari pertemuan tersebut, Rizieq mengungkapkan bahwa kesepakatan itu telah ditandatangani olehnya dan Komandan Operasional BIN kala itu, Mayjen TNI (Pur) Agus Soeharto di hadapan Budi Gunawan.