KPK Ancam 2 Penyidik yang Diduga Lakukan Intimidasi

Jumat, 11 Juni 2021 – 11:11 WIB

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

JAKARTA, REQnews - Agustri Yogasmara alias Yogas, saksi perkara dugaan suap bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) yang menjerat Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial, melaporkan dua penyidik KPK atas dugaan intimidasi dan ancaman.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menegaskan siapa pun insan KPK yang diduga melakukan pelanggaran etik, dipastikan akan diproses melalui inspektorat dalam hal disiplin kerja, maupun melalui Dewan Pengawas (Dewas) dalam hal pelanggaran etik.

"Kami mengajak masyarakat mengawasi dan mengawal setiap kerja-kerja KPK. Kritik, saran masukan membangun sangat kami butuhkan," katanya, Jumat, 11 Juni 2021. Menurutnya, prinsip zero tolerance masih terus dipegang teguh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekalipun pegawai kini sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Saksi perkara bansos, Agustri Yogasmara alias Yogas melaporkan dua penyidik KPK. Yogas sebelumnya merupakan Senior Assistance Vice President (SAVP) Bank Muamalat Indonesia sebelum akhirnya dipecat saat perkara ini dalam proses penyidikan.

Laporan dibuat Yogas pada 19 Februari 2021. Sejak aduan ke Dewas KPK itu, Yogas sudah diperiksa sebanyak tiga kali. Pemeriksaan pertama dan kedua dilakukan melalui zoom meeting.

Dan yang ketiga pada Kamis, 10 Juni 2021, dilakukan secara langsung dan dikonfrontir dengan dua penyidik yang dilaporkan itu di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kedua penyidik yang dilaporkan berinisial MP dan PN diduga melakukan intimidasi dan ancaman kepada Yogas saat penyidikan perkara bansos sedang berlangsung di KPK.

kpk