UAH Curhat ke Kabareskrim, Banyak Pegiat Medsos Cari Sensasi Tebar Fitnah

Jumat, 11 Juni 2021 – 21:32 WIB

Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat

JAKARTA, REQnews - Saat bersilaturahmi dengan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto di kantornya, Ulama dan dai kondang, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan kerap menjadi korban fitnah para pegiat media sosial yang cuma cari sensasi saja.

Namun, UAH tidak menyebutkan nama pegiat media sosial yang dimaksud. Dirinya berharap, Bareskrim Polri dapat menindak orang-orang yang merugikan bangsa dan negara dengan cara-cara yang sudah disampaikan sebelumnya, bisa diproses sesuai aturan hukum yang jelas.

Selain silaturahmi, UAH juga diskusi seputar perkembangan dan dinamika sosial, hukum, serta kebangsaan di tanah air. "Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini,” kata UAH, Jumat, 11 Juni 2021.

Secara tegas UAH juga menyatakan siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri guna membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Baik melalui media da'wah dan pembinaan yang tepat sasaran," ujarnya.

Sementara Kepala Bareskrim, Komjen Agus Andrianto mengatakan, sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini. Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama.

“Terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini,” jelas Agus

Seperti diketahui, Ustaz Adi Hidayat menjadi korban fitnah terkait aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina. UAH sebelumnya mampu menggalang dana masyarakat sebesar Rp30,88 miliar.

UAH pun menyalurkan sebagian donasi itu yakni sebesar Rp14,3 melalui MUI. Lalu, sebesar Rp14,35 miliar diserahkan ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun. Sisanya, Rp5 miliar disalurkan sebagai bantuan untuk mendukung sarana pendidikan di Palestina.

Namun, penggalangan dana UAH mendapat tanggapan dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. Melalui cuitan di akun Twitternya, @eko_kuntadhi menulis narasi miring bahwa donasi ke Palestina yang digalang UAH hanya diberikan sebagian.

Eko dalam cuitannya itu menulis sumbangan yang digalang dan diterima UAH sebenarnya dua kali lipat. "Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 m, diserahkan Rp14 m," kata Eko yang menyertai tangkapan layar dua berita tentang UAH.