Bantah Lakukan Intimidasi, Pendamping Penyidik KPK Bongkar Kelakuan Saksi Kasus Bansos Covid-19

Jumat, 11 Juni 2021 – 23:31 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pegawai Komisi Pemberantasan (KPK) Korupsi March Falentino mengatakan, dalam setiap kegiatan penggeledahan selalu direkam. Perekaman itu bertujuan sebagai fungsi kontrol terhadap para penyidik.

Demikian juga setiap kegiatan pemeriksaan, juga direkam. Di ruang pemeriksaan, kata dia, terdapat CCTV sehingga Direktur Penyidikan, Deputi Penindakan hingga lima pimpinan KPK bisa mengawasi selama pemeriksaan berlangsung. "Dengan pengawasan melekat seperti ini, tidak mungkin terjadi penganiayaan," kata dia lewat keterangan tertulis, Jumat, 11 Juni 2021.

Falentino pun membantah terjadi intimidasi terhadap saksi kasus korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19, Agustri Yogasmara alias Yogas. Falentino selaku pendamping dua penyidik yang dilaporkan Yogas mengatakan punya bukti bahwa intimidasi itu tak pernah terjadi. "Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi apalagi kekerasan fisik," ujarnya.

Falentino menceritakan profil dua sejawatnya yang dilaporkan yaitu MNP dan MPN. Dia mengatakan mereka telah bekerja di komisi antirasuah tersebut sejak 2007. Selama 15 tahun, dua penyidik itu sudah memeriksa ratusan bahkan ribuan orang dan tidak pernah melanggar kode etik apalagi integritas.

Sebaliknya, Falentino mengungkit profil Yogas dalam kasus bansos. Dijelaskannya, menurut fakta persidangan 2 Juni 2021, Yogas diduga pemilik jatah 400 ribu paket bansos dari termin pertama hingga 12. Paket diduga dimilikinya bersama anggota DPR Ihsan Yunus.

Dalam persidangan yang sama, Hakim Ketua Muhammad Damis memberikan ultimatum akan menahan Yogas yang saat itu menjadi saksi. Damis, kata dia, menganggap keterangan Yogas berbelit-belit dan terkesan ingin melindungi pihak tertentu.

Falentino mengatakan sikap yang sama ditunjukkan Yogas saat proses penyidikan. Yogas malah pergi ke luar negeri setelah menerima surat panggilan dari KPK. "Selain itu, dalam proses pemeriksaan, ybs tidak kooperatif dalam memberi keterangan," ujar dia.

Karena tidak kooperatif, maka penyidik melakukan strategi dan teknik penyidikan. Dia menjamin teknik itu sesuai aturan. "Seluruh penyidikan yang berlangsung di KPK selalu memastikan terpenuhinya hak-hak saksi," kata dia.

Sebelumnya, Yogas melaporkan dua penyidik KPK dalam kasus bansos Covid-19 ke Dewan Pengawas KPK. Sidang etik diketahui sudah digelar secara tertutup pada Kamis, 10 Juni 2021. “Ya ada aduanlah, laporan dari saya,” kata dia di kantor Dewas seusai pemeriksaan, kemarin. Ia melaporkan dua penyidik karena merasa diintimidasi saat pemeriksaan.