Kapolres Kampar Riau Dilaporkan ke Divisi Propam Polri, Kasus Apa Nih?

Jumat, 11 Juni 2021 – 21:28 WIB

Aliansi Keadilan Agraria-Setara Institute di Kantor Setara Institute pada Jumat 11 Juni 2021 (Foto: Hastina/REQnews)

Aliansi Keadilan Agraria-Setara Institute di Kantor Setara Institute pada Jumat 11 Juni 2021 (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Aliansi Keadilan Agraria-Setara Institute melaporkan Kapolres Kampar AKBP Muhammad Kholid dan jajarannya kepada Kepala Divisi Propam Mabes Polri. Jajaran Polres Kampar diduga telah melakukan tindakan yang tidak prosedural, disertai tekanan dan ancaman kepada para petani. 

Koordinator Tim Advokasi Keadilan Agraria-Setara Institute, Disna Riantina menilai tak hanya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tetapi juga mencoreng citra Polri dan menjadi ukuran keseriusan Polri dalam memberantas mafia tanah. "Tidak hanya diperiksa, Kapolri harus mencopot Kapolres Kampar dan Kasat Reskrim dengan segera," ujar Disna kepada wartawan di Kantor Setara Institute pada Jumat 11 Juni 2021.

Sebelumnya, petani yang terhimpun dalam Koperasi Petani Sawit Mandiri (Kopsa M), Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar, Riau tengah memperjuangkan hak-haknya melalui jalur hukum. Mereka diketahui tengah menghadapi ancaman kriminalisasi melalui skenario peristiwa hukum yang melibatkan PTPN V, PT Langgam Harmuni, dan dukungan aktif dari jajaran Polres Kampar.

"Akibat peristiwa tindak pidana pengrusakan yang dilakukan oleh sekelompok preman di lahan miliki anggota Kopsa M, saat ini Ketua Kopsa M menghadapi ancaman pentersangkaan," ujar Disna. 

Menurutnya, anak buah Jenderal Listyo Sigit itu menutup mata atas ketidakjelasan pelapor yang tidak memiliki legal standing, Laporan Polisi Nomor: LP/332/X/2020/Riau Res Kampar tertanggal 16 Oktober 2020. "Yaitu tentang persekongkolan pihak-pihak untuk melemahkan dan membungkam petani Kopsa M untuk menutupi dugaan tindakan korupsi di PTPN V, penyerobotan lahan, dan hilangnya kebun-kebun petani," katanya. 

Pihaknya menduga bahwa perilaku jajaran Polres Kampar yang secara insinuatif dan menyudutkan Kopsa M melalui media-media massa termasuk mendramatisir peristiwa pengerusakan secara hiperbolik adalah tindakan yang tidak professional dan menggambarkan obsesi mengkriminalisasi Ketua Kopsa M tanpa dasar.