Terbukti Negatif Covid-19, 198 Makam Dibongkar di Bandung

Senin, 14 Juni 2021 – 21:34 WIB

Ilustrasi Pemakaman Jenazah Covid-19 (Foto:istimewa)

Ilustrasi Pemakaman Jenazah Covid-19 (Foto:istimewa)

BANDUNG, REQNews - Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari mengatakan ada sebanyak 196 makam dari 1.400 liang lahat di kuburan khusus Covid-19 TPU Cikadut dibongkar setelah jenazah dinyatakan negatif Covid-19.

196 makam yang dibongkar tersebut akhirnya dipindahkan ke tempat pemakaman lain.

Bambang menyatakan, pemindahan itu atas permintaan ahli waris setelah melengkapi sejumlah persyaratan dari Distaru.

"Sebanyak 71 jenazah itu dipindahkan ke luar Kota Bandung. Sementara sisanya 125 jenazah dipindahkan ke pemakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung," kata Bambang, Senin 14 Juni 2021.

Bambang memaparkan, lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut sebetulnya masih tersedia. Dari 20.000 meter persegi lahan khusus untuk pemakaman jenazah Covid-19, hanya baru terpakai 5.600 meter persegi. Dari kapasitas 5.000 liang lahat baru terpakai sebanyak 1.400 liang lahat.

Dari jumlah liang lahat yang terpakai, lanjut Bambang, dari hasil verifikasi Dinas Kesehatan menyatakan 361 di antaranya digunakan oleh jenazah terkonfirmasi aktif asal Kota Bandung. Sedangkan, 306 liang lahat digunakan oleh jenazah terkonfirmasi aktif yang secara data domisili berasal dari luar Kota Bandung.

"Sisanya itu adalah jenazah yang dinyatakan suspek dan probable. Selain itu ya banyak yang sudah dipindahkan," ujarnya.

Bambang menuturkan, proses pemindahan cukup berpengaruh. Sebab menyita energi dan waktu para petugas di lapangan yang sedianya disiagakan untuk menangani pemakaman jenazah lainnya.

"Belum lagi secara kesehatan juga dikhawatirkan. Karena yang mengajukan pemindahan dalam jarak hitungan bulan. Padahal saat itu menjadi proses pembusukan jenazah. Makanya kita sarankan kalau untuk pemindahan sebaiknya di atas dua tahunan agar lebih aman. Secara psikologis juga kurang baik apabila masih dalam proses pembusukan," tuturnya.

Oleh karena itu, Bambang memohon kerja sama dari rumah sakit agar lebih cermat mengidentifikasi jenazah yang terindikasi Covid-19. Hal ini untuk menghindari terjadinya pemindahan jenazah yang telah dimakamkan.